News Ticker

OPCW Selidiki Dugaan Serangan Kimia di Douma

Selasa, 10 April 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, DAMASKUS – Pengawas senjata kimia internasional telah meluncurkan penyelidikan atas serangan kimia yang dilaporkan di dekat ibu kota Suriah, Damaskus, dimana AS telah menyalahkan pemerintah Suriah.

Kepala Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), Ahmet Uzumcu, membuat pengumuman dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, mengatakan badan yang bermarkas di Den Haag itu menanggapi dengan “keprihatinan besar” terhadap serangan senjata kimia yang menewaskan lusinan warga sipil di kota Douma yang dikuasai militan.

Misi pencarian fakta OPCW, yang telah menyelidiki penggunaan senjata kimia dalam perang Suriah, mengumpulkan semua bahan yang tersedia untuk menentukan apakah senjata kimia digunakan, kata pernyataan itu.

OPCW sedang menyelidiki agen kimia apa yang telah digunakan dalam serangan, termasuk kemungkinan bahwa koktail racun mungkin telah dijatuhkan di Douma.

Serangan kimia yang dituduhkan di lingkungan terbesar Ghouta Timur menarik kecaman internasional dari berbagai negara dan badan internasional.

Pemerintah Suriah, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Sabtu malam, menolak keras tuduhan penggunaan senjata kimia dan mengatakan bahwa kelompok teroris Jaish al-Islam lebih dominan di Douma, dan mengulangi tuduhan “untuk menuduh tentara Arab Suriah, dalam upaya terang-terangan untuk menghalangi kemajuan pasukan pemerintah.”

Presiden AS Donald Trump menjanjikan “harga mahal” untuk mambayar atas apa yang dikatakannya sebagai serangan senjata kimia, dan seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Washington tidak akan mengesampingkan serangan rudal terhadap pemerintah Suriah.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Senin malam atas permintaan dari Rusia dan AS menyusul dugaan serangan kimia di Suriah.

Pertemuan Dewan Keamanan PBB ditunda

Sementara itu, seorang diplomat Perancis mengatakan pada hari Senin bahwa pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Suriah setelah serangan kimia yang dituduhkan telah ditunda sampai jam 3:00 malam. (1900 GMT).

“Pertemuan itu, yang pada awalnya ditetapkan larut pagi dan diminta oleh sembilan dari 15 anggota dewan, telah digabungkan dengan serangkaian pembicaraan lain yang diminta oleh Rusia mengenai ancaman global terhadap perdamaian,” kata diplomat itu.

Pemerintah Barat dan sekutunya tidak pernah berhenti menunjuk jari mereka ke Damaskus setiap kali terjadi serangan kimia.

Suriah menyerahkan stok senjata kimia pada tahun 2014 ke misi bersama yang dipimpin oleh AS dan OPCW, yang mengawasi penghancuran senjata.

Suriah juga secara konsisten membantah menggunakan senjata kimia selama pendudukan militan yang didukung asing, yang mencengkeram negara itu pada tahun 2011. [ARN]

Iklan

1 Comment on OPCW Selidiki Dugaan Serangan Kimia di Douma

  1. Dalih Amerika dan sekutunya utk mengintervensi Suriah, Krn teroris mrk SDh hampir kalah total di Suriah dan Irak…kl perang terjadi seluruh pangkalan militer di timur tengah akan porak poranda di diserang Rusia, Iran dan cina

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: