News Ticker

Spanyol-Saudi Tandatangani Kesepakatan Penjualan Kapal Perang Senilai 2,2 Milyar Dolar

Jum’at, 13 April 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, SPANYOL – Spanyol telah menandatangani perjanjian senilai 2,2 milyar dolar dengan Arab Saudi, untuk penjualan kapal perang ke kerajaan di tengah protes atas agresi militer yang mematikan terhadap Yaman.

Kesepakatan itu mengharuskan perusahaan kapal Spanyol, Navantia, untuk menjual lima kapal perang kecil ke Angkatan Laut Kerajaan Saudi. Selain itu, tentara Spanyol melatih personel militer Saudi dan kontraktor membangun pusat konstruksi angkatan laut di kerajaan Al Saud, Reuters melaporkan Kamis (12/04/2018).

Putra mahkota dan menteri pertahanan Saudi, Mohammed bin Salman, sedang dalam kunjungan kenegaraan ke negara Eropa, menandatangani perjanjian itu setelah bertemu dengan Menteri Pertahanan Spanyol, Maria Dolores de Cospedal, di Madrid.

Hal ini mengakhiri negosiasi tiga tahun sejak 2015 untuk menandatangani perjanjian kapal perang, meskipun orang dalam mengatakan kepada Reuters bahwa penyelesaiannya akan memakan waktu lebih lama.

Kesepakatan itu diikuti dengan kesepakatan terpisah antara Perusahaan Industri Militer Saudi dan Navantia. Tidak ada rincian tentang sifat perjanjian yang ditandatangani oleh ketua Dewan Direktur Industri Militer Saudi Ahmed al-Khatib dan CEO Navantia, Esteban Garcia.

Kedua belah pihak menandatangani empat kesepakatan bilateral mengenai berbagai masalah, termasuk transportasi udara, kerjasama budaya, ilmiah dan teknis.

Spanyol mendapat kecaman karena menjual senjata ke Arab Saudi meski perang brutal rezim terhadap rakyat Yaman.

Kelompok-kelompok kampanye Amnesty International, FundiPau, Greenpeace, dan Oxfam dari Spanyol adalah beberapa kelompok aktivis yang meminta Spanyol untuk menghentikan penjualan peralatan militer ke Saudi, dan menuduh mereka menyalahgunakan hak.

Arab Saudi dan sekutu-sekutunya melancarkan perang di Yaman pada Maret 2015 untuk menginstal ulang pemerintah yang sebelumnya bersekutu dengan Riyadh. Agresi militer sejauh ini telah menewaskan lebih dari 14.000 orang Yaman dan membuat jutaan orang di ambang kelaparan dan menyebabkan wabah mematikan kolera.

Negara-negara Eropa seperti Perancis dan Inggris telah menyediakan miliaran senjata ke militer Saudi di tengah seruan internasional untuk menghentikan kesepakatan senjata mereka.

Setibanya di ibukota Spanyol, Bin Salman, yang mengendalikan kebijakan ekonomi dan energi negaranya, disambut oleh Raja Felipe VI dari Spanyol di Istana Zarzuela.

Raja juga mengadakan makan siang yang dihadiri oleh para pejabat senior dan pengusaha Spanyol. Putra mahkota Saudi bertemu dengan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy. [ARN]

Iklan
  • Erizeli Bandaro Jawab Komentar 'Rasis' Rizal Ramli Sebut 'Ahok Kelas Glodok'
  • Ratna Sarumpaet dan Fadli Zon
  • Bendera HTI
  • Akun Instagram Tuan Guru Bajang
  • Atribut HTI
  • Polda Jabar
  • Djarum

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: