News Ticker

Putin Ingatkan Sejarah Pembantaian Berdarah AS di Yugoslavia, Irak dan Libya

Minggu, 15 April 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Sejarah akan mencatat secara langsung tindakan AS di Suriah, sebagaimana mereka bertanggung jawab atas rantai “pembantaian berdarah” di negara lain, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan setelah serangan koalisi pimpinan AS.

“Sejarah akan mengatur segalanya dengan benar, dan Washington menanggung tanggung jawab berat atas pembantaian berdarah di Yugoslavia, Irak dan Libya,” kata Putin dalam sebuah pernyataan. Penghinaan itu dipicu oleh serangan kemarin di Suriah yang diluncurkan oleh AS dan sekutu-sekutunya, yang mengutip dugaan insiden kimia di kota Douma sebagai dalih.

Tindakan militer sepihak ini memiliki “dampak yang menghancurkan pada seluruh sistem hubungan internasional” dan hanya meningkatkan krisis Suriah bukannya meredahkan, kata presiden Rusia.

Serangan itu terjadi tak lama sebelum Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) ditetapkan untuk memulai misi pencarian fakta mereka di Douma. Namun, misi OPCW diabaikan, dan “dalam tanda penghinaan sinis, sekelompok negara Barat memutuskan untuk mengambil tindakan militer tanpa menunggu hasil penyelidikan,” kata Putin. [ARN]

About ArrahmahNews (14240 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: