News Ticker

Assad: Serangan Rudal Barat Pelanggaran Terang-terangan Hukum Internasional

Senin, 16 April 2018

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan bahwa serangan rudal Barat baru-baru ini terhadap negaranya adalah sebuah tindakan agresi yang terang-terangan terhadap negara yang berdaulat, dan pelanggaran hukum internasional. Pernyataan ini ia sampaikan sehari setelah pasukan bersenjata Amerika Serikat, Inggris dan Prancis menyerang berbagai lokasi di Suriah dengan rentetan rudal jelajah.

Presiden Suriah membuat pernyataan ini dalam pertemuan dengan delegasi yang mewakili partai Rusia Bersatu, partai politik yang berkuasa dari Federasi Rusia, di ibukota Damaskus pada hari Minggu (15/04), menambahkan bahwa agresi udara itu disertai dengan kampanye penyesatan dan kebohongan di PBB.

Baca: MUNAFIK! AS-Prancis-Inggris Bungkam Atas Kebrutalan Saudi di Yaman, Tapi Sok Bela HAM di Suriah

Serangan-serangan yang dilakukan pada dini hari Sabtu itu, mencapai tiga situs, satu di Damaskus, dan dua di kota Homs, yang diklaim oleh Presiden AS Donald Trump “terkait dengan kemampuan senjata kimia” pemerintah Suriah.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, unit pertahanan udara Suriah bergegas untuk menggagalkan invasi udara, mencegat 71 dari 105 rudal jelajah. Namun, Pentagon mengatakan semua rudal berhasil mencapai target yang ditentukan.

Baca: Assad: Setelah Serangan AS, Suriah Tidak Lagi Takut NATO

Negara-negara tripartit Barat mengumumkan bahwa serangan itu dilakukan sebagai tindakan penghukuman terhadap Damaskus atas dugaan serangan gas beracun yang mereka klaim konon dilakukan pada 7 April oleh pemerintah Suriah di Douma, kota terbesar di Ghouta Timur dekat ibukota Suriah.

Namun, Damaskus dengan keras menolak tuduhan itu sebagai “fabrikasi kimia” yang dibuat oleh para teroris itu sendiri dalam upaya untuk menghentikan kemenangan terbaru oleh pasukan pro-pemerintah terhadap teroris.(ARN)

About ArrahmahNews (14236 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: