News Ticker

Maroko Mundur dari Koalisi Pimpinan Saudi

Senin, 16 April 2018

RABAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Maroko dilaporkan akan menarik pasukannya dari koalisi pimpinan Arab Saudi yang telah memerangi Yaman lebih dari tiga tahun lamanya. Penarikan ini dikatakan untuk keperluan pengembangan militer dalam negeri.

Baca: Sejumlah Parpol Tunisia Desak Pemerintah Mundur dari Koalisi Saudi

Koalisi itu menyerbu negara Arab paling miskin di dunia itu pada Maret 2015 untuk menempatkan kembali mantan presiden yang merupakan sekutu Riyadh kembali berkuasa. Meski telah melaksanakan kampanye brutal selama bertahun-tahun analis menyebut koalisi ini telah gagal mencapai tujuannya, sementara ribuan orang telah terbunuh dan terlantar akibat invasi tersebut.

“Pesawat F16 akan dipulangkan karena Angkatan Darat telah ditempatkan pada siaga tinggi atas tingginya militansi di Sahara Barat,” bunyi laporan surat kabar berbahasa Inggris The North Africa Post Sabtu (14/04) lalu.

Militan Front Polisario bertujuan untuk mengakhiri kehadiran Maroko di wilayah Sahara. Mereka baru-baru ini mereka mengumumkan tengah berusaha untuk mendirikan “ibukota” di wilayah tersebut, mendorong Rabat untuk memperingatkan bahwa pihaknya akan merespon dengan keras.

Baca: Analis: Koalisi Saudi Terus Targetkan Warga Sipil Yaman untuk Tekan Ansharullah

Pengumuman itu sendiri dianggap melanggar gencatan senjata yang ditengahi PBB tahun 1991 antara militan dan pasukan Maroko. Sejalan dengan perjanjian, status akhir dari wilayah yang disengketakan akan ditentukan oleh referendum, yang tidak pernah berjalan. (ARN)

About ArrahmahNews (14240 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: