News Ticker

MUNAFIK! AS-Prancis-Inggris Bungkam Atas Kebrutalan Saudi di Yaman, Tapi Sok Bela HAM di Suriah

Senin, 16 April 2018

OXFORD, ARRAHMAHNEWS.COM – Serangan Suriah mengungkap kemunafikan Barat, yang mendukung kampanye pemboman brutal oleh koalisi pimpinan Saudi di Yaman padahal jelas-jelas mereka telah melakukan pelanggaran yang terbukti dan didokumentasikan, sementara tiba-tiba dengan mengatasnamakan kemanusiaan, menghukum Suriah atas tuduhan yang tidak pernah terbukti dan bahkan belum diselidiki. Seorang wartawan dan analis, Neil Clark, mengatakan hal ini kepada RT, Minggu (15/04).

Clark menekankan bahwa ketika laporan berbagai kelompok HAM berulang kali menyatakan bahwa kampanye pemboman Riyadh atas Yaman telah memakan korban ribuan warga sipil, tidak ada tindakan apapun yang dilakukan untuk menghentikan Riyadh, Tapi dalam kasus Suriah, laporan tentang serangan senjata kimia di Douma yang tidak dikuatkan dengan bukti apapun sudah dijadikan alasan untuk aksi militer yang terkoordinasi.

Baca: Maduro: Serangan AS-Inggris-Prancis ke Suriah adalah Tindakan Kriminal

“Di satu sisi, mereka membentangkan karpet merah untuk para pemimpin Saudi dan secara langsung atau tidak langsung mendukung pemboman Saudi atas Yaman, dimana hal itu telah menyebabkan bencana kemanusiaan besar. Berapa banyak anak-anak yang terbunuh dalam konflik itu?” ujar Clark.

“Di sisi lain lagi, mereka tampil sebagai tokoh moral, sebagai pejuang moral ketika mereka mengklaim anak-anak telah tewas dalam serangan senjata kimia Suriah, tanpa bukti,” tambahnya.

Clark juga berpendapat bahwa dengan melanjutkan penjualan senjata ke Riyadh, Barat “telah menyuplai dan mendukung konflik itu.”

Baca: Penyiar Radio Ternama AS: Tingkah Trump Membuatku Muak

Antara Maret 2015 (dimulainya kampanye yang dipimpin Saudi) hingga Februari 2018, menurut Kantor Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia hampir 6.000 warga sipil tewas dan 9.500 orang terluka. Sedang menurut data aktivis Yaman, ada 600.000 orang tewas dan terluka dalam kampanye brutal tersebut.

Dalam laporannya pada bulan Maret, Amnesty International mengatakan telah mendokumentasikan setidaknya 36 serangan udara koalisi yang tampaknya dilakukan melanggar hukum humaniter internasional, banyak yang mungkin merupakan kejahatan perang. Setidaknya 513 warga sipil tewas dalam serangan mereka, termasuk 157 anak-anak.

“Jadi, di satu sisi kita telah mendapatkan bukti terdokumentasi mengenai anak-anak yang sekarat dalam jumlah besar di Yaman akibat kolera dan akibat pemboman. Itu nyata, itu adalah bukti yang sebenarnya. Dan kekuatan yang sama yang bertanggung jawab atas hal itu malah membombardir Suriah sebagai tanggapan atas tuduhan serangan terhadap anak-anak di Suriah yang tidak terbukti,” kata Clark. “Standar ganda ini benar-benar sangat keterlaluan.”

Baca: Al-Jaafari: Serangan AS dan Sekutunya adalah Pesan Dukungan untuk Teroris

Bulan lalu, Perdana Menteri Inggris Theresa May, Presiden AS Donald Trump, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, menteri pertahanan dan penguasa de-facto Arab Saudi yang tebar pesona di Eropa dan Amerika Serikat.

Dan sebagai hasilnya, Inggris, yang telah menyediakan pasokan senjata untuk kerajaan ultrakonservatif itu, kembali menandatangani perjanjian senjata besar-besaran dengan Riyadh yang membeli jet Typhoon 48 dari perusahaan Inggris BAE Systems.

Dalam pertemuannya sendiri dengan bin Salman di Washington, Presiden Trump menyombongkan sekitar 12,5 miliar dolar dalam penjualan senjata Amerika ke Arab Saudi. Pada Mei 2017, ia memilih Arab Saudi untuk perjalanan luar negerinya yang pertama sebagai presiden dan menandatangani perjanjian senjata senilai 350 miliar dolar.

Perancis, yang menurut data dari Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) adalah pemasok senjata terbesar ketiga Arab Saudi antara 2013 dan 2017, mungkin segera juga menandatangani serangkaian kesepakatan baru dengan kerajaan itu.

Pekan lalu, seorang pejabat menteri pertahanan Prancis mengatakan kepada Reuters bahwa Prancis telah menyetujui strategi ekspor persenjataan baru dengan Arab Saudi. Menurut laporan di media Prancis, Paris dapat segera mulai menjual kapal patroli angkatan laut dan kanon artileri Caesar ke Arab Saudi, yang diproduksi oleh CMN dan Nexter. (ARN)

About ArrahmahNews (16629 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

5 Comments on MUNAFIK! AS-Prancis-Inggris Bungkam Atas Kebrutalan Saudi di Yaman, Tapi Sok Bela HAM di Suriah

  1. “Bersekutulah dengan mereka yang dimusuhi musuhmu.”

  2. Serangan di sponsor …bapaknya jutawan

  3. Wajah asli para negara imperialis yang terlalu lama memakai topeng …

  4. Elang Selatan // Apr 16, 2018 at 8:14 pm // Balas

    Berita di atas kemarin malam saya copas dan saya posting di Media Sindo milik hary tanu teman nya Trump di menu berita internasional .. tapi di moderasi dan satunya di hapus sama admin nya .. mungkin takut ketahuan beritanya sindo banyak bohongnya

  5. abubagerabubager65@ gmail.com // Apr 16, 2018 at 11:03 pm // Balas

    Yg selalu terjadi adalah pena di pegang para penguasa jd semau maunya mereka tulis

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Assad: Serangan Rudal Barat Pelanggaran Terang-terangan Hukum Internasional – ArrahmahNews
  2. Menlu Irak: Eskalasi Apapun di Suriah Berbahaya bagi Keamanan Kawasan – ArrahmahNews
  3. Sebut Assad Menang di Suriah, SkyNews Langsung Stop Wawancara Mantan Jendral Inggris – ArrahmahNews
  4. Agresi Saudi di Yaman Dijalankan dengan Senjata Inggris, Prancis dan AS – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: