News Ticker

Sebut Assad Menang di Suriah, SkyNews Langsung Stop Wawancara Mantan Jendral Inggris

Senin, 16 April 2018

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Saluran berita Sky News secara sepihak menghentikan wawancaranya dengan seorang mantan asisten kepala Angkatan Bersenjata Inggris, Jonathan Shaw, saat ia secara khusus menekankan fakta bahwa pasukan Presiden Bashar Assad telah memenangkan perang di Suriah.

Mantan jenderal dan ahli militer Inggris itu wawancaranya secara tiba-tiba dipotong oleh pembawa berita Sky News setelah dirinya menyatakan kemenangan Assad dan meragukan kebenaran serangan senjata kimia di kota Douma, Suriah.

Baca: MUNAFIK! AS-Prancis-Inggris Bungkam Atas Kebrutalan Saudi di Yaman, Tapi Sok Bela HAM di Suriah

Ketika ditanya apakah parlemen Inggris harus menyetujui kemungkinan intervensi Inggris di Suriah, Shaw mengatakan bahwa ia mempertanyakan” motif apa yang mungkin bisa memicu Suriah untuk meluncurkan serangan kimia ini, saat ini di tempat ini.”

“Anda tahu, Suriah menang! Dan jangan perhatikan kata-kata saya untuk itu, perhatikan kata militer Amerika untuk itu! Jenderal Votel, kepala CENTCOM, berkata kepada Kongres pada waktu itu bahwa ‘Assad telah memenangkan perang ini dan kita harus menerimanya. ‘ Dan kemudian Anda mendengar pernyataan Trump minggu lalu bahwa Amerika telah selesai dengan ISIS dan bahwa “kami akan segera keluar”, ” ujar Shaw menekankan.

Baca: Mantan Senator AS: Assad Tidak Mungkin Dalang Dibalik Serangan Kimia

“Dan kemudian tiba-tiba Anda mendapatkan …” belum sempat Shaw menyelesaikan kata-katanya, sang pembawa acara berita, Samantha Washington, memotong perkataannya dan menghentikan wawancara secara sepihak.”

“Saya sangat menyesal, Anda telah sangat sabar kepada kami, tetapi kita harus berhenti,” ujar Washington yang disusul kemudian dengan iklan.

Sky belum menjelaskan mengapa mereka memotong wawancara yang baru berlangsung selama dua menit itu, namun The Mirror melaporkan bahwa sumber-sumber di dalam perusahaan milik Murdoch itu berkilah dengan alasan ada jeda iklan yang telah dijadwalkan.

Baca: Testimoni Mengejutkan Pimpinan CENTCOM di Senat AS: Assad Menang di Suriah

Shaw, 59 tahun, yang karirnya selama 30 tahun membentang dari Falklands ke Kosovo hingga memimpin pasukan Inggris di Irak pada 2006, tidak dapat digambarkan sebagai kaki tangan Kremlin, dan, bahkan dalam respon sebelumnya dalam wawancara yang sama, ia menuduh Moskow “mengotori perairan.”

Penentangannya kali ini terhadap tuduhan dari pemerintah Inggris untuk Assad atas siapa yang bertanggung jawab terhadap dugaan serangan 7 April itu menjadi viral setelah diunggah ke media sosial dan dibagkan ribuan kali. (ARN)

About ArrahmahNews (15448 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Boris Johnson: Inggris Harus Cegah Pembalasan Rusia atas Serangan ke Suriah – ArrahmahNews
  2. Menteri Israel: Jika Iran Serang Kami, Kami akan Bunuh Assad – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: