NewsTicker

Penyelidik OPCW Tiba di Douma, Ghouta Timur

Rabu, 18 April 2018

DOUMA, ARRAHMAHNEWS.COM – Para penyelidik khusus Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah tiba di Douma, kota terbesar Ghouta Timur, untuk menyelidiki lokasi yang disebut sebut sebagai lokasi serangan kimia yang dituduhkan. Tuduhan serangan kimia itu digunakan sebagai dalih untuk rentetan serangan rudal Barat terhadap negara Arab itu.

“Para ahli dari komite senjata kimia memasuki kota Douma,” bunyi laporan dari kantor berita resmi Suriah SANA pada hari Selasa (18/04), tiga hari setelah pasukan bersenjata AS, Inggris dan Perancis meluncurkan lebih dari 100 rudal jelajah terhadap tiga situs, satu di Damaskus, dan dua di kota Homs, yang diklaim oleh Presiden AS Donald Trump “terkait dengan kemampuan senjata kimia” dari pemerintah Suriah.

Negara-negara tripartit Barat mengumumkan bahwa serangan dilakukan sebagai tindakan penghukuman terhadap Damaskus atas dugaan serangan gas beracun yang mereka klaim konon dilakukan pada 7 April oleh pemerintah Suriah di Douma, kota terbesar di Ghouta Timur dekat ibukota Suriah, yang dilaporkan menewaskan 60 orang dan melukai ratusan lainnya.

Negara-negara Barat bergegas menyalahkan insiden Douma pada pemerintah Suriah, tetapi Damaskus dengan keras menolak tuduhan itu, dan mnyebutnya sebagai fabrikasi yang dimaksudkan untuk menghentikan kemenangan yang diraih oleh pasukan pro-pemerintah terhadap teroris.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, unit pertahanan udara Suriah bergegas untuk menggagalkan invasi udara, mencegat 71 dari 105 rudal jelajah. Namun, Pentagon mengatakan semua rudal berhasil mencapai target yang ditentukan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: