News Ticker

Mantan Pejabat AS: Teroris Mungkin segera Kembali Lakukan Serangan Kimia Palsu

Kamis, 19 April 2018

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Mantan Pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa para teroris bisa saja kembali melakukan serangan senjata kimia palsu lain di Suriah karena mereka membutuhkan lebih banyak dukungan serangan udara mengingat serangan koalisi AS sebelumnya sama sekali tidak efektif dan tidak berdampak apa pun untuk melukai pasukan Presiden Bashar Assad.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Saudi Adel Jubeir mengatakan Riyadh siap untuk mengerahkan pasukannya ke Suriah atas permintaan AS. Presiden Donald Trump telah berulang kali menyatakan minatnya menarik pasukan AS keluar dari Suriah. Bahkan, Trump membuat usulan itu sesaat sebelum serangan kimia yang diduga terjadi pada 7 April di Douma, yang oleh Amerika Serikat, Prancis, dan Kerajaan Inggris tanggapi dengan serangan udara seminggu kemudian.

Baca: Bocah dalam Video White Helmets Ungkap Serangan Kimia Palsu

“Mengenai keseluruhan perang, serangan (AS) itu tidak akan mengubah jalan pemerintah Suriah menuju kemenangan,” kata Jatras pada hari Rabu (18/04) dalam wawancaranya kepada Sputnik. “Itu sebabnya provokasi bendera palsu lain, dan serangan besar lainnya, hampir bisa dipastikan akan terjadi. Kita belum keluar dari hutan,” tambahnya.

“Kelompok-kelompok jihadis terkait dan sponsor asing mereka hanya perlu mengatur untuk melakukan serangan palsu baru yang mirip dengan yang ada di Douma mungkin dalam beberapa minggu mendatang jika tidak beberapa hari mendatang,” tambah Jatras.

“Sehubungan dengan serangan itu sendiri, sangat sulit untuk mengetahui, karena ada klaim yang sangat berbeda dari Washington dan Moskow tentang jumlah rudal AS yang ditembak jatuh,” katanya.

Baca: Senator AS: Serangan Kimia Upaya Bangkitkan Kemarahan Dunia Lawan Assad

Serangan AS secara efektif mengubah Amerika Serikat menjadi dukungan serangan udara untuk teroris di darat termasuk ISIS. Serangan itu juga mencurigakan karena menjelang penyelidikan yang akan dilakukan oleh Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW).

“Mengapa serangan itu diluncurkan sehari sebelum para ahli OPCW tiba di Suriah? Karena alasan itu. Tuduhan Rusia terhadap Inggris dan peliharaannya yang disebut ‘White Helmets’ sangat tepat,” kata Jatras kemudian. (ARN)

About ArrahmahNews (15803 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: