News Ticker

Suriah: Dua Rudal yang Tidak Meledak dalam Serangan AS, Diserahkan ke Rusia

Kamis, 19 April 2018

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Dua rudal jelajah yang ditemukan tidak meledak oleh militer Suriah setelah serangan rudal AS pada 14 April telah diserahkan ke Rusia. Sumber di kementerian pertahanan Suriah mengatakan hal ini kepada TASS, Kamis (19/04).

“Dua rudal jelajah yang tidak meledak dalam serangan rudal AS di Suriah pada 14 April itu ditemukan oleh militer Suriah. Keduanya dalam kondisi yang agak baik. Rudal-rudal ini diserahkan kepada perwira Rusia kemarin lusa (17 April), ” kata sumber itu, menambahkan bahwa keduanya” dikirim ke Rusia dengan pesawat kemarin (18 April). “

TASS belum memiliki konfirmasi resmi mengenai informasi ini dari kementerian pertahanan Rusia.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump sesumbar dalam postingan Twitternya pada 11 April bahwa Rusia harus bersiap-siap untuk serangan rudal ke Suriah, mengklaim rudal akan “bagus, baru, dan cerdas”.

Pada tanggal 14 April, Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris Raya mengirimkan serangan besar-besaran ke sasaran-sasaran Suriah tanpa melalui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurut kementerian pertahanan Rusia, serangan rudal itu dilakukan pada jam-jam awal pada hari Sabtu. Kementerian melaporkan bahwa total 103 rudal jelajah dan udara-ke-permukaan telah ditembakkan, 71 dari mereka ditembak jatuh oleh unit pertahanan udara Suriah. Tiga warga sipil terluka. Tak satu pun dari rudal itu muncul di zona tanggung jawab sistem pertahanan udara Rusia di Tartus dan Hmeymim. Sistem pertahanan Rusia tidak digunakan.

Amerika Serikat, Inggris dan Prancis mengatakan serangan itu merupakan tanggapan terhadap dugaan serangan kimia di Douma Suriah pada 7 April yang dilaporkan oleh beberapa organisasi non-pemerintah, termasuk White Helmets.

Kementerian luar negeri Rusia menyatakan laporan itu sebagai berita palsu. Kementerian pertahanan Rusia menyatakan bahwa White Helmets adalah sumber yang tidak dapat dipercaya, yang terkenal jahat karena menyebarkan kebohongan. Pusat Rusia untuk rekonsiliasi pihak yang bertikai pada 9 April memeriksa Douma secara langsung dan tidak menemukan jejak senjata kimia.

Sebelumnya, berbagai agen resmi Rusia berulang kali memperingatkan bahwa persiapan telah dilakukan di berbagai bagian Suriah untuk provokasi dan simulasi serangan kimia yang akan digunakan teroris untuk memfitnah pasukan pemerintah.

Inspektur OPCW tiba di Suriah pada tanggal 14 April untuk mengumpulkan sampel baik untuk menyelidiki laporan tentang serangan kimia. (ARN)

About ArrahmahNews (16650 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on Suriah: Dua Rudal yang Tidak Meledak dalam Serangan AS, Diserahkan ke Rusia

  1. Cinta PANCASILA // Apr 19, 2018 at 9:22 pm // Balas

    Negara mafia yg tidak menghormati kedaulatan negara lain dan keabsahan badan pengawas OPCW yg mereka bentuk sendiri … Negara penjajah , prancis dan inggris negara yg pertama kali menjajah amerika serikat

  2. Bagus biar diteliti oleh Rusia biar ketahuan kelemahannya

1 Trackback / Pingback

  1. Rusia Pelajari Rudal Tomahawk untuk Tingkatkan Kemampuan Pertahanan Udara – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: