Iklan
News Ticker

Parlemen Jerman Kecam Serangan AS dan Sekutu ke Suriah

BERLIN, ARRAHMAHNEWS.COM – Para ahli hukum di parlemen Jerman mengatakan bahwa serangan udara yang dipimpin AS baru-baru ini ke Suriah atas dugaan serangan kimia, telah melanggar hukum internasional.

“Penggunaan kekuatan militer terhadap suatu negara, sebagai sanksi terhadap pelanggaran konvensi internasional oleh negara ini, adalah pelanggaran terhadap larangan penggunaan kekerasan dalam hukum internasional,” ujar para ahli di Bundestag, majelis rendah parlemen Jerman, dalam balasan untuk pertanyaan yang diajukan oleh partai Die Linke.

Baca: Joe Quinn: Serangan AS-Inggris-Perancis ke Suriah atas Perintah Israel

Para ahli merujuk khususnya pada deklarasi majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dari tahun 1970 yang menekankan “adalah kewajiban Negara-negara untuk menahan diri dalam hubungan internasional mereka dari pemaksaan militer, politik, ekonomi atau bentuk pemaksaan lainnya yang ditujukan melawan kemerdekaan politik atau integritas teritorial dari Negara manapun “.

Dewan Keamanan PBB juga menolak pembalasan bersenjata, menekankan bahwa hal itu “tidak sesuai dengan tujuan dan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa.”

Para ahli juga mengatakan motif Inggris yang dinyatakan untuk bergabung dengan AS dalam serangan udara di Suriah “tidak meyakinkan.”

Baca: Putin Tegaskan Serangan ke Suriah Tindakan Agresi dan Langgar Hukum Internasional

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa “secara hukum dan moral adalah benar” bagi Inggris untuk bergabung dengan serangan terhadap Suriah untuk mencegah “penderitaan manusia lebih lanjut”. Namun para ahli mengatakan bahwa pernyataan May tersebut patut dipertanyakan.

Pada 14 April, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis melakukan serangkaian serangan udara terhadap Suriah atas dugaan serangan bahan kimia terhadap kota Suriah, Douma.

Washington dan sekutunya menyalahkan Damaskus atas dugaan serangan itu, sementara Pemerintah Suriah membantah keras tuduhan tersebut dan meminta Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) mengirim misi pencarian fakta untuk penyelidikan.

Jerman tidak bergabung dalam serangan udara tetapi Kanselir Angela Merkel mendukung tindakan militer sebagai “perlu dan sesuai”. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: