News Ticker

Erdogan: AS Pasok Senjata ke Kurdi Secara Gratis

ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan AS dan sekutunya telah memberikan senjata secara gratis kepada militan Kurdi yang beroperasi di Suriah utara dalam sebuah langkah yang menimbulkan ancaman bagi keamanan Turki.

Dalam wawancara dengan saluran berita NTV Turki pada hari Sabtu, Erdogan menuduh AS dan sekutunya menolak menjual senjata ke Ankara, sebaliknya mereka mempersenjatai pasukan Kurdi.

“Kami tidak dapat membeli senjata dari AS dengan uang kami, tetapi sayangnya, pasukan AS dan pasukan koalisi memberikan senjata dan amunisi kepada organisasi teroris secara gratis,” katanya. “Jadi dari mana datangnya ancaman itu? Itu datang dari mitra strategis.”

Presiden Turki juga mencatat bahwa Washington terus mengirim konvoi senjata ke Suriah. “AS mengirim 5.000 truk bermuatan senjata ke Suriah utara,” katanya.

AS memandang Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai sekutu di Suriah. Kelompok militan membentuk Pasukan Demokratis Suriah (SDF) yang dilatih, diperlengkapi dan dilindungi oleh Amerika.

Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menyetujui menyediakan senjata senilai $ 393 juta untuk mitra Washington di Suriah, termasuk YPG.

Bulan berikutnya, AS mengumumkan rencana untuk menciptakan pasukan 30.000 personel yang terdiri dari militan Kurdi, yang akan dikerahkan di sepanjang perbatasan Turki.

Tindakan AS membuat marah Ankara, yang memandang YPG sebagai cabang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

Erdogan menuduh Washington berencana membentuk “pasukan teror” di Suriah.

Afrin jatuh ke pasukan Turki pada bulan Maret, Erdogan kemudian memperingatkan bahwa kampanye militer dapat diperpanjang di seluruh perbatasan Suriah.

Operasi Afrin, yang diberi nama Olive Branch, telah menegangkan hubungan antara AS dan Turki. Ankara telah mengancam akan maju ke kota Manbij yang dikelola SDF, di mana pasukan AS ditempatkan.

Sekitar 2.000 tentara AS dikerahkan di timur laut Suriah, di wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali militan Kurdi.

Turki telah membunyikan alarm tentang aliansi Washington dengan para pejuang Kurdi di Suriah. Negara, yang memiliki tentara terbesar kedua di NATO, telah berkoordinasi dengan Rusia dan Iran untuk memastikan transisi politik, dan meninggalkan Washington keluar dari negosiasi. [ARN]

About ArrahmahNews (16710 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: