News Ticker

Lavrov: Militer Amerika Tidak Akan Tinggalkan Suriah

BEIJING – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan AS tidak berniat meninggalkan tanah Suriah, tetapi sebaliknya berusaha untuk memperkuat pijakannya di tepi timur sungai Eufrat.

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa negaranya akan menarik diri dari Suriah “segera.” Namun, pejabat tinggi Departemen Pertahanan AS dan Departemen Luar Negeri bereaksi dengan mengadopsi sikap yang benar-benar berbeda, dengan alasan bahwa AS tidak akan pergi sebelum “misi selesai.”Laporan kemudian menunjukkan bahwa penasihat Trump rupanya telah membujuknya.

“AS berjanji bahwa satu-satunya tujuan mereka adalah untuk mengusir teroris dari Suriah, dan mengalahkan kelompok teror ISIS,” Lavrov mengatakan kepada wartawan di Beijing pada hari Selasa.

“Terlepas dari semua klaim mereka, terlepas dari klaim Presiden Trump, AS sebenarnya memposisikan diri di tepi timur sungai Eufrat dan tidak memiliki niat untuk pergi.”

Lavrov telah mengatakan sebelumnya bahwa AS tampaknya sedang membangun negara boneka di tepi timur sungai.

Koalisi pimpinan AS juga menjalankan pangkalan militer di kota al-Tanf di timur Suriah. Washington telah menggambarkan kawasan itu, yang terletak di persimpangan strategis antara perbatasan Suriah, Irak, dan Yordania, sebagai “garis merah.”

Dalam beberapa kesempatan, militer Rusia, yang telah membantu tentara Suriah dalam operasi anti-terorismenya, telah melaporkan aktivitas mencurigakan di dalam dan di sekitar markas untuk mendukung teroris Takfiri.

Akhir tahun lalu, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov mengatakan satelit dan data pengawasan lainnya menunjukkan bahwa kelompok teroris ditempatkan di pangkalan Tanf, dan “melatih secara efektif di sana.”

Pasukan AS juga mempertahankan kehadiran signifikan di Suriah utara, di mana mereka mendukung militan Kurdi yang beroperasi melawan pemerintah Suriah.

Washington telah mengerahkan sekitar 2.000 pasukan ke Suriah.

Bulan lalu, Alexander Venediktov, seorang pejabat dari Dewan Keamanan Rusia, mengatakan bahwa AS telah mendirikan sekitar 20 pangkalan militer di daerah yang dikuasai oleh militan Kurdi. [ARN]

About ArrahmahNews (14625 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Lavrov: Militer Amerika Tidak Akan Tinggalkan Suriah

  1. apriadieneste // Apr 24, 2018 at 5:16 pm // Balas

    negara imperialis ini kayaknya harus diberi pelajaran…. mengintervensi negara yang sah dan berdaulat sdh menjadi kebiasaan mereka…. lawan mereka dgn taktik gerilya….pasti pulang ke negaranya dgn kantongan mayat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: