News Ticker

Kisah Sameh Diantara Kejamnya Agresi Saudi dan Kemunafikan Internasional atas Yaman

HAJJAH – Sameeh, seorang anak kecil berusia sekitar 6 sampai 7 tahun dari Bani Qais, Hajjah, Yaman, sepanjang malam memeluk jasad ayahnya di bawah reruntuhan, dengan berusaha membangunkannya. Ia menolak untuk membiarkan orang-orang membawa jasad ayahnya. Orang-orang di sekitar mencoba meyakinkan bahwa ia bisa bersamanya di mobil, tetapi Sameh hanya ingin ayahnya berbicara kepadanya.

Minggu tanggal 22 April 2018, jet tempur koalisi pimpinan-Saudi membom sebuah pernikahan di Bani Qais, provinsi Hajjah, Yaman, dimana 88 orang tewas dan terluka. Ayah Sameeh adalah salah satu korban tewas.

Baca: Jet Saudi Serang Upacara Pernikahan Yaman, 20 Warga Tewas

Menargetkan pernikahan, pemakaman, dan pertemuan sipil adalah salah satu dari ribuan kejahatan yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi terhadap warga sipil di Yaman, Sameeh adalah satu dari puluhan ribu anak-anak Yaman yang kehilangan keluarga mereka karena salah satu serangan udara koalisi pimpinan Saudi menargetkan penduduk daerah secara langsung atau sebagai hasil dari blokade yang dipaksakan oleh koalisi yang menjadi alasan utama kekurangan obat dan makanan di negara itu, dan menyebabkan penyebaran penyakit serta kelaparan disana.

Namun contoh-contoh memilukan dari kejahatan perang koalisi Saudi terhadap warga sipil di Yaman ini rupanya masih belum cukup untuk menarik perhatian media munafik Barat yang selalu berpura-pura sensitif dan emosional, untuk melakukan tindakan sedikit bermoral dengan mengutuk kejahatan semacam itu dan memotivasi dunia untuk menentang penargetan dengan sengaja yang dilakukan koalisi Saudi terhadap warga sipil di Yaman.

Baca: HRW: Barat Harus Berhenti “Diam” Atas Pelanggaran HAM Saudi

Sebaliknya, media internasional justru menggambarkan perang terhadap Yaman sebagai perang melawan (Houthi) dan perang Saudi VS Iran.

Bagaimanapun, pertama, mengubah nama tidak mengubah entitas, kami masih orang Yaman, tidak masalah dengan nama apa mereka ingin memanggil kami. Kedua, yang kami lihat di Yaman adalah pasukan koalisi pimpinan Saudi, pesawat tempur, tank-tank mereka, dan sebagainya, melawan bangsa Yaman di sisi lain, hanya rakyat Yaman, diluar sebutan apapun yang disematkan.

Sebenarnya, sebutan-sebutan menyesatkan ini sengaja dibuat untuk membutakan orang-orang di seluruh dunia dari melihat kejahatan perang mengerikan yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi dan provokator internasional mereka, yang jika kita lihat secara keseluruhan, tidak hanya AS, Inggris dan Perancis tetapi seluruh negara-negara barat, termasuk Kanada, Brasil dan negara-negara lain di dunia yang masih menjual senjata dan amunisi ke negara-negara koalisi pimpinan Saudi atau mendukung mereka secara politik dalam agresi ke Yaman.

Baca: MUNAFIK! AS-Prancis-Inggris Bungkam Atas Kebrutalan Saudi di Yaman, Tapi Sok Bela HAM di Suriah

Setelah tiga tahun koalisi yang dipimpin Saudi tidak berhenti untuk dengan sengaja menargetkan daerah-daerah tempat tinggal, fasilitas sipil, infrastruktur, kamp pengungsi, gudang penyimpanan makanan, dan bahkan rumah sakit, secara berulang kali. Serangan-serangan udara dari Koalisi yang dipimpin Saudi dan blokade yang diberlakukan oleh koalisi ini menurut laporan hak asasi manusia terbaru oleh komisioner tinggi HRC, adalah alasan utama krisis kemanusiaan di Yaman, begitu pula menurut Pelapor Khusus PBB tentang Tindakan Koersif Unilateral.

Tiga tahun sudah, dan koalisi pimpinan Saudi, dengan bantuan provokator internasional mereka, menyabotase setiap upaya untuk menciptakan komisi penyelidikan internasional yang akan menyelidiki semua kejahatan perang yang dilakukan dalam perang di Yaman, di tambah blokade yang diberlakukan oleh koalisi di semua pelabuhan dan bandar udara negara dan melarang wartawan masuk ke negara itu, membuat Yaman menjadi tempat kejahatan yang terisolasi tanpa saksi.

Baca: Ketua HAM PBB Minta Kejahatan Saudi di Yaman Segera Diselidiki

Walaupun dengan semua jumlah fakta dan bukti dari kejahatan tak manusiawi dan tak berperasaan melawan Yaman yang dilakukan atas nama penerapan resolusi PBB, komunitas internasional bukan hanya bersikap munafik dengan mengunci mulut mereka dan berpaling, tetapi mereka berpartisipasi langsung dalam membunuh orang-orang Yaman dengan menyediakan untuk para penjahat itu semua sarana dukungan untuk melakukan kejahatan mereka.

Ratusan miliar dolar kesepakatan perdagangan senjata ke negara-negara agresor di Yaman dalam tiga tahun terakhir, ratusan miliar dolar itulah harga dari nilai-nilai dunia dan moral. Ratusan miliar dolar kotor itulah harga yang dibayarkan untuk mengubur hukum internasional di bawah puing-puing rumah Bani Qais di Yaman kemarin. Jumlah yang banyak bagi para politisi yang pernah mengumbar janji pada para pemilih mereka itu,dan jumlah yang memalukan bagi zaman modern dimana kita tinggal sekarang. (ARN/ Abdulsalam al-Dahebi/ YemenExtra)

About ArrahmahNews (14642 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: