News Ticker

Su-27 Rusia Cegat Pesawat Mata-mata AS di Laut Baltik

MOSKOW – Jet tempur Rusia kembali mencegat pesawat mata-mata AS di atas Laut Baltik, dalam operasi yang menurut para pejabat Amerika “tidak profesional.”

Insiden itu terjadi pada hari Selasa, ketika jet Sukhoi Su-27 buatan Rusia terbang dalam jarak 20 kaki dari pesawat pengintai P-8 Poseidon Angkatan Laut AS yang terbang di lepas pantai Rusia.

Pejabat Amerika mengatakan bahwa pilot di atas Poseidon tidak merasa terancam oleh manuver jet Rusia.

Seorang juru bicara Angkatan Laut menolak untuk merilis rincian tetapi menggambarkan pertemuan itu masih “aman.”

BacaMedia Israel: Iran Negara Adikuasa Ilmiah di Timur Tengah.

“Karena kebijakan DOD, kami tidak merilis rincian interaksi yang aman,” kata Letnan Komandan Zach Harrell, juru bicara Angkatan Laut AS di Eropa. “Jika interaksi yang tidak aman terjadi di masa depan, kami pasti akan memberikan Anda lebih banyak informasi pada waktu itu.”

P-8 biasanya disebut sebagai senjata berburu kapal selam Pentagon yang paling efektif, pesawat P-8 juga mampu menggunakan torpedo, rudal SLAM-ER, rudal Harpoon anti-kapal dan senjata lainnya.

Rusia mengecam kehadiran militer AS di dekat perairan teritorial di Laut Baltik dan Laut Hitam.

Pertemuan terakhir terjadi pada akhir Januari, ketika pesawat EP-3 Aries AS dicegat oleh jet tempur Sukhoi SU-27 Rusia di perairan internasional.

Para pejabat militer AS mengatakan bahwa pencegatan itu “tidak aman,” dan menuduh pilot Rusia memotong “langsung jalur penerbangan EP-3, hingga menyebabkan EP-3 terbang melalui jet-jet SU-27.”

BacaTak Terkait 9/11, AS Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi 6 Miliar Dolar.

Kementerian Pertahanan Rusia, menolak laporan Washington tentang pencegatan itu, dan mengatakan bahwa pencegatan “berlangsung sesuai dengan aturan internasional mengenai penggunaan ruang udara.”

Kementerian itu menyalahkan pesawat AS karena terbang terlalu dekat dengan wilayah udara Rusia.

Kremlin telah berulang kali mengecam histeria anti-Rusia dan Russophobia di Eropa, dan menyebut penumpukan militer NATO di perbatasannya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: