Arab Saudi

UEA Kerahkan Pasukan ke Socotra Ditengah Keretakan Koalisi Saudi

SOCOTRA – Penduduk dan otoritas di pulau Socotra Yaman mengatakan bahwa UEA meningkatkan keberadaan militernya di situs warisan dunia itu ditengah perpecahan yang melebar di antara “koalisi” perang pimpinan Saudi.

Para pejabat keamanan di Yaman selatan mengatakan bahwa pasukan UEA telah mendarat di Socotra bersama dengan tank-tank, transportasi lapis baja dan alat berat awal pekan ini, dalam apa yang disebut-sebut sebagai pengambilalihan kolonial baru.

Baca: Bentrokan Saudi-UEA Kembali Meningkat di Aden

Pengerahan ini dilakukan di tengah perpecahan yang melebar antara pasukan yang setia kepada UEA dan mereka yang mendukung mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Kedua kubu yang sekarang retak tersebut sama-sama bermarkas di Yaman selatan dan sebagian besar di Aden sementara ibu kota Sana’a sepenuhnya berada di bawah kendali gerakan Houthi Ansarullah.

Loyalis Hadi menuduh Uni Emirat Arab mengabaikan penyebab awal mereka memerangi Houthi, mengatakan bahwa pasukan Emirat malah memberikan dukungan kepada mereka yang mencari pemisahan wilayah Yaman selatan dari utara negara itu.

Baca: Houthi: Insiden Aden Tunjukkan Saudi-UEA Layani Kepentingan AS-Israel

Pendudukan Socotra juga datang dengan latar belakang laporan sebelumnya yang menunjukkan Uni Emirat Arab sedang berusaha mengeksploitasi sumber daya alam pulau itu secara ilegal dan mengubah tempat itu menjadi sebuah resor permanen di luar pos militer terdepan.

Socotra, yang terletak di dekat Somalia di Teluk Aden, dilindungi oleh badan budaya PBB UNESCO, yang berarti bahwa bahkan pemerintah Yaman tidak dapat ikut campur dalam habitat alam dan tempat-tempat keindahan alam disana.

Laporan telah menyebut bahwa UAE aktif mengukuhkan kehadirannya di Socotra sejak awal perang yang dipimpin Saudi di Yaman pada Maret 2015. Sbagai sebuah negara Teluk Persia yang kaya akan minyak, Uni Emirat Arab telah memulai proyek-proyek ekstrateritorial yang serupa di bidang lain termasuk di Eritrea, Djibouti, Somaliland dan pulau kecil Yaman, Perim. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: