News Ticker

Rouhani: AS akan Menyesal jika Mundur dari Kesepakatan Nuklir

TEHERAN – Jika AS menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) tentang program nuklir Iran, maka negara itu akan segera menyesali hal ini. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakannya pada hari Minggu (06/05).

Presiden mengatakan bahwa Iran siap untuk setiap keputusan oleh AS mengenai kesepakatan nuklir.

Baca: Putin akan Temui Rouhani di Turki Bahas Agenda Regional dan Internasional

“Kami siap untuk keputusan apa pun tentang JCPOA,” demikian bunyi pernyataan Kantor kepresidenan Rouhani yang dikutip TASS. “Kami tidak menyetujui perang dan ketegangan, tetapi kami akan dengan tegas membela hak kami,” kata presiden, seraya menambahkan bahwa “AS tidak akan dapat melakukan apa pun terhadap rakyat Iran”.

Kesepakatan mengenai program nuklir Iran, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, dicapai antara Iran dan enam mediator internasional (Rusia, Inggris, Cina, AS, Prancis dan Jerman) pada 14 Juli 2015. Pada Januari 2016, Pihak-pihak dalam kesepakatan mengumumkan peluncuran implementasinya. Berdasarkan kesepakatan itu, Iran melakukan upaya untuk mengekang kegiatan nuklirnya dan menempatkan mereka di bawah kendali penuh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai imbalan untuk mencabut sanksi yang sebelumnya diberlakukan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan Amerika Serikat atas program nuklirnya.

Baca: Analis: Israel Sabotase Kesepakatan Nuklir Iran

Presiden AS Donald Trump telah menyatakan pada banyak kesempatan bahwa kesepakatan nuklir Iran cacat dengan alasan bahwa itu tidak mencegah penciptaan senjata nuklir oleh Iran tetapi hanya menundanya. Pada 12 Januari 2018, ia mengatakan Washington akan mundur dari perjanjian ini jika tidak diubah. (ARN)

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Trump Umumkan AS Keluar dari Perjanjian Nuklir Iran – ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: