News Ticker

Putra Mahkota Saudi Menghilang Sejak Dugaan Kudeta Bulan Lalu

RIYADH – Pangeran Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman, belum terlihat di depan publik sejak tembakan dan ledakan hebat dilaporkan dari luar istana kerajaan di ibukota Saudi Riyadh akhir bulan lalu.

Situs web resmi Saudi belum merilis foto baru bin Salman selama beberapa minggu terakhir. Hilangnya Bin Salman dalam waktu lama telah menimbulkan spekulasi tentang nasib putra mahkota.

Beberapa sumber mengklaim bahwa serangan pada 21 April adalah bagian dari kudeta yang dipimpin oleh bangsawan Saudi yang menentang raja Salman, sementara laporan lain mengindikasikan bahwa penembakan terjadi ketika penjaga istana menyerang sebuah pesawat tak berawak kecil yang terlalu dekat dengan kediaman Salman.

Baca: Apakah Kudeta Militer Sedang Berlangsung di Arab Saudi?

Aktivis Saudi mengatakan bahwa penembakan itu tidak ada hubungannya dengan pesawat tak berawak, tetapi itu adalah serangan dari kendaraan yang membawa senapan mesin berat dan menembak secara acak.

Dikatakan bahwa bin Salman telah dievakuasi ke bunker terdekat di sebuah pangkalan militer untuk keselamatannya. Sejumlah wartawan di Riyadh melaporkan kebakaran besar di luar kompleks istana.

Kelompok-kelompok oposisi Saudi juga menyatakan bahwa penembakan pada bulan April itu telah memaksa Bin Salman untuk melarang anggota keluarga kerajaan meninggalkan negara itu karena khawatir bahwa sepupunya dan mantan putra mahkota, Muhammad bin Nayef, akan berusaha menjatuhkannya.

Baca: Pejabat Saudi Dibalik Percobaan Kudeta di Istana Kerajaan Saudi

Tambahan lagi dalam arena perebutan kekuasaan internal dalam keluarga kerajaan, Bin Nayif dan Mutab Bin Abdullah, putra mendiang raja, keduanya tidak puas dengan agresi yang dipimpin Saudi terhadap Yaman dan pengepungan Qatar.

Serangan ke istana terjadi setelah kampanye gila-gilaan Bin Salman yang menangkap ratusan bangsawan dan pengusaha yang kemudian ditahan dan disiksa. Sebagian besar dari mereka kemudian dibebaskan setelah mencapai kesepakatan penyelesaian keuangan dengan kerajaan.

Sejak penangkapan yang menargetkan ratusan pengusaha berpengaruh dan pemimpin politik lama, rasa takut hadir di setiap percakapan, ketakutan menjadi orang berikutnya yang diinterogasi, ditangkap atau bahkan disiksa.

Mungkin hal yang paling aneh tentang tindakan gila-gilaan terhadap orang-orang kaya dan berkuasa yang dilakukan Bin Salman ini adalah bahwa tindakan itu dilakukan seorang pemuda berusia 32 tahun yang memberontak melawan kelasnya sendiri dengan harapan agar akhirnya menjadi satu-satunya yang berkuasa.

Meskipun selalu ada persaingan dari dalam keluarga kerajaan, dan kecaman terhadap perilakunya dari luar, sekitar 15.000 pangeran dan putri serta yang bergantung pada mereka, secara luas dilihat sebagai yang tak tersentuh.

Bin Salman adalah sosok memiliki hasrat besar dalam akan kekuasaan. Namun ia juga memiliki sedikit pengalaman, dan hal ini dianggap beberapa orang sebagai kombinasi yang berbahaya.

Pangeran mahkota yang nekat itu juga telah menyinggung negara-negara Muslim dengan berulang kali mengambil sikap anti-Palestina.

Menghangatnya hubungan Riyadh-Tel Aviv telah meningkat sejak Juni 2017, ketika bin Salman menjadi putra mahkota.

Dalam beberapa bulan terakhir, kerajaan secara bertahap melunakkan sikap publiknya terhadap Israel dalam apa yang digambarkan oleh para analis sebagai upaya Riyadh untuk menyiapkan opini publik di rumah dan di tempat lain untuk potensi hubungan normal dengan Israel.

November lalu, harian al-Akhbar Lebanon mempublikasikan surat rahasia dari Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir kepada bin Salman, di mana ia menguraikan peta jalan untuk normalisasi hubungan dengan Israel dengan tujuan akhir bersatu melawan Iran, musuh bersama mereka.

Bin Salman di bulan Maret selama tiga minggu turnya di Amerika Serikat juga bertemu dengan para pemimpin sejumlah kelompok lobi pro-Israel, termasuk Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC).

Bin Salman selama kunjungan AS juga mengatakan bahwa orang-orang Palestina harus menerima proposal perdamaian atau “diam”. (ARN)

About ArrahmahNews (15863 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Apakah Laporan Kematian Putra Mahkota Saudi Berlebihan? – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: