News Ticker

Ramadhan Memilukan di Jalur Gaza

JALUR GAZA – Pada malam bulan suci Ramadan, banyak warga Gaza pada hari Rabu (16/05) merasa khawatir tentang bagaimana mereka bisa menyajikan makanan di atas meja.

Dengan puluhan demonstran Palestina tewas dalam beberapa pekan terakhir akibat ditembaki secara brutal oleh pasukan Israel, dan dengan 80 persen dari 2 juta penduduk Gaza bergantung pada adanya bantuan, suasana disana menjadi begitu suram.

Baca: Banyak anak Palestina Harus Diamputasi Pasca Serangan Israel terhadap Demo Gaza

“Ini menyedihkan dan memilukan. Di setiap rumah ada orang yang terluka, di setiap rumah ada seorang syahid. Semua ibu sedih, tidak ada suasana Ramadhan yang gembira sama sekali, ”kata seorang warga Sabreen al-Turk sebagaimana dikutip Reuters.

Sementara itu, Nohaa Shomar, seorang ibu yang tinggal di kamp pengungsian di pantai, mengatakan bahwa ia tidak mampu membeli daging dan memberi makan keluarganya walau dengan hanya nasi dan biji-bijian.

Baca: Israel: Hukum Kemanusiaan Tak Berlaku di Jalur Gaza

Biasanya ini adalah saat perayaan, tetapi banyak pemilik bisnis hampir tidak bisa bertahan dan mengatakan bahwa tidak ada yang membeli barang-barang mereka.

“Situasinya sangat sulit, apakah Ramadhan ada di sini atau tidak, ada kesulitan ekonomi,” kata pedagang Fayez al-Bitar. “Bagaimana kita harus membeli makanan?” (ARN)

About ArrahmahNews (16668 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: