Iklan
News Ticker

VIDEO! Putin-Assad Kembali Bertemu di Sochi

SOCHI – Presiden Rusia Vladimir Putin telah melakukan pertemuan dengan pemimpin Suriah Bashar Assad di Sochi. Jurubicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov menyampaikan bahwa kedua pemimpin melakukan negosiasi “ekstensif”.

Peskov sebagaimana dilaporkan RT, mengatakan bahwa ketika kedua presiden berbicara tentang kondisi yang akan memfasilitasi pengembangan proses perdamaian, Bashar Assad mengatakan bahwa ia telah memutuskan untuk mengirim delegasi ke sebuah komite yang bertugas untuk menulis ulang konstitusi Suriah.

Kesepakatan tentang pembentukan komite konstitusi adalah salah satu hasil utama dari kongres perdamaian Sochi yang diadakan pada bulan Januari tahun ini. Para peserta kongres sepakat pada 30 Januari untuk membentuk komite konstitusi di Jenewa, dan mengadakan pemilu demokratis di Suriah.

Pada saat itu, Moskow mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, untuk mengambil langkah-langkah praktis guna melaksanakan keputusan yang diambil di Kongres Sochi, dan untuk secara aktif berpartisipasi dalam penyusunan konstitusi baru untuk Suriah. Tiga negara, yang memelopori Kongres Sochi, Rusia Iran dan Turki bersumpah untuk sepenuhnya mendukung PBB dan de Mistura dalam pelaksanaan hasilnya.

Komisi Konstitusi diharapkan terdiri dari sekitar 150 anggota termasuk para delegasi dari kelompok-kelompok yang tidak menghadiri pertemuan Sochi pada bulan Januari.

“Selama pertemuan hari Kamis itu, kedua pemimpin juga membahas perlunya mengintensifkan upaya kemanusiaan di Suriah serta isu-isu yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi negara yang dilanda perang itu,” kata Peskov sebagaimana dikutip RT.

Putin juga mengucapkan selamat kepada Assad tentang “kemajuan signifikan dalam memerangi kelompok-kelompok teroris” di wilayah Suriah.

Pada akhir April, dilaporkan bahwa pihak berwenang Suriah telah membuat beberapa perjanjian dengan kelompok-kelompok bersenjata pemberontak di provinsi Homs dan Hama serta di Ghouta Timur yang dibebaskan. Para militan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke provinsi barat laut Idlib yang dikuasai pemberontak. Sebagai gantinya, sekitar 5.000 orang yang dikepung oleh kelompok-kelompok bersenjata di kota-kota Kefraya dan al-Foua’a dibebaskan. Sebelumnya, Tentara Suriah juga merebut kembali lingkungan al Qadam yang terletak di tenggara Damaskus.

Sementara itu, pasukan Suriah juga masih terlibat dalam pertempuran berat melawan teroris ISIS di kamp Yarmouk, selatan Damaskus. Yarmouk, bekas kamp pengungsi Palestina yang dikuasai oleh ekstremis pada tahun 2015, adalah benteng ISIS terakhir di dekat ibu kota Suriah. Hingga 2.000 teroris diyakini terkepung di sana. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: