News Ticker

Analis: AS Takut Pengaruh Iran Hilangkan Dominasinya di Kawasan

BALTIMORE – Amerika Serikat telah menargetkan Iran sejak revolusi Islam karena Teheran telah melampaui dominasi Washington di Timur Tengah dan meningkatkan pengaruhnya di kawasan. Seorang aktivis politik Amerika menyampaikan hal ini dalam analisanya.

“Bahwa Iran adalah target pemerintahan (AS), ini tidak mengherankan. Iran akan selalu dimusuhi AS selama negara itu tetap menjadi suara independen dan kekuatan di Timur Tengah, ”kata Myles Hoenig, yang mencalonkan diri untuk Kongres AS pada tahun 2016 sebagai kandidat Partai Hijau.

“Iran memiliki kebijakan luar negerinya sendiri dan mungkin di masa depan akan melepaskan diri dari hubungannya dengan dolar AS,” kata Hoenig dalam sebuah wawancara dengan Press TV, Senin (21/05).

Baca: Atwan: Amerika Paksa Arab Berperang Melawan Iran Demi Israel

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Washington akan meningkatkan tekanan keuangan terhadap Iran dengan memberlakukan “sanksi terkuat dalam sejarah” di Republik Islam jika Teheran menolak untuk mengubah jalan kebijakan luar negeri dan domestiknya.

“Kami akan menerapkan tekanan keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada rezim Iran. Para pemimpin di Teheran tidak akan ragu tentang keseriusan kami,” kata Pompeo dalam pidato kebijakan luar negeri pertamanya sejak pindah ke Departemen Luar Negeri dari CIA.

Pompeo dikonfirmasi oleh Senat pada 26 April sebagai menteri luar negeri yang baru, menggantikan Rex Tillerson, yang dipecat oleh Presiden Donald Trump pada 13 Maret.

Baca: Pemimpin Spiritual Iran Sebut Yerusalem Akan Dibebaskan

“Kekhawatiran Pompeo bukanlah bahwa [Iran] mendestabilisasi kawasan tetapi karena Iran telah melampaui dominasi AS di kawasan. Itulah mengapa mereka menciptakan poros Israel-Arab Saudi-AS. AS melancarkan perang proksi dengan Iran di Suriah, dan kalah, ”kata Hoenig.

“Seiring opini dunia yang secara perlahan menantang nafsu berdarah Israel dan Arab Saudi, hilangnya pengaruh AS di Suriah membuat tegang saraf dari lobi-lobi perusahaan militer kuat yang mengeruk keuntungan dari Gedung Putih,” tambahnya.

Iran telah mengatakan akan tetap dalam kesepakatan nuklir yang dikenal sebagai JCPOA untuk saat ini, menunggu negosiasi dengan penandatangan lain dalam beberapa minggu mendatang sebelum membuat keputusan akhir tentang peran masa depannya dalam perjanjian tersebut. Teheran ingin Eropa memberikan jaminan yang jelas tentang pemenuhan kewajiban mereka jika ingin mempertahankan perjanjian. (ARN)

About ArrahmahNews (16668 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Utusan Rusia: Tuntutan AS Atas Iran Tidak Masuk Akal – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: