News Ticker

Denny Siregar Membongkar Jaringan Kelompok Radikal

Kelomok radikal Vs Moderat Kelomok radikal

JAKARTA – Pegiat media sosial Denny Siregar membongkar jaringan kelompok radikal yang selama ini menguasai beberapa lini, terlihat sekali betapa solid dan militannya mereka ini, berikut ulasannya:

Ada satu masa, saya dan beberapa teman NU keliling bertemu dengan bos-bos perusahaan ternama di Jakarta. Kami bukan meminta sumbangan, tetapi meminta mereka untuk membuka masjid-masjid dan mushala-mushala di perusahaan -baik itu di gedung maupun di pabrik- kepada ustad-ustad muda NU supaya bisa mengisi disana. Mengingat betapa bahayanya pemikiran radikalis yang sudah menyebar ke segala elemen termasuk di perusahaan swasta. Dan peran penting itu ada di Takmir. Dialah yang mengatur siapa yang boleh bicara di masjidnya.

Baca: Denny Siregar: Kawal Jokowi Berarti Lawan Agenda Kelompok Radikal

Memang tidak mudah. Banyak dari mereka yang tidak memberi jawaban pasti. Rata-rata kami lihat memang karena mereka tidak begitu perduli.

Mungkin itu bukan urusan bos besar, tapi kami memang ingin membangun kepedulian mereka yang selama ini abai terhadap situasi. Padahal bisa saja, benih terorisme ada di tempat ibadah di perusahaan mereka.

Bukan rahasia lagi, bahwa tempat-tempat ibadah sudah banyak dikuasai kaum radikalis. Ceramah-ceramah agama ketika shalat Jum’at di masjid perusahaan, seringkali juga menyerang suku dan agama bos mereka sendiri. Kata-kata China dan Kafir seakan menjadi menu wajib tanpa mereka sadari bahwa mereka juga mencari makan di tempat orang yang mereka caci.

Baca: Perekrutan dan Kaderisasi Kelompok Radikal di Kampus Mirip Gaya NAZI dan PKI

Dan yang bisa membaui keberadaan mereka hanyalah ustad-ustad muda NU, karena mereka punya ilmu agama yang mumpuni.

Tapi sayang, perjalanan keliling mengetuk pintu-pintu perusahaan itu tidak berjalan seperti yang diharapkan. Ada beberapa alasan. Alasan yang paling banyak kami temui adalah karena takut berurusan dengan kelompok-kelompok berbaju agama itu. Urusannya dengan bisnis mereka yang tidak ingin terganggu hanya gara-gara mencampuri masalah agama yang bukan ranah mereka.

Sama seperti stasiun-stasiun televisi. Meskipun mereka tahu bahwa banyak ustad-ustad yang bermasalah, tapi mereka tetap mengundangnya sebagai pengisi acara agama. Ada dua alasan kenapa begitu:

Baca: Kelompok Radikal Mainkan ‘Teori Konpirasi CIA’ Untuk Jatuhkan Pemerintah

Pertama, karena produser acaranya adalah bagian dari kelompok radikal.

Kedua, karena rating. Selama ini pendapatan televisi terjaga dengan ustad-ustad itu, tanpa perduli isi materinya. Selama orang suka, jual saja.

Perjalanan menyelamatkan negeri ini dari zombie-zombie berbaju agama memang tidak mudah. Orang dibelakang layarnya pintar, jaringannya kuat, solid dan militan, dan sudah sejak lama mereka mengisi acara di stasiun-stasiun televisi.

Baca: Wahabi Ahli ‘Takfir’ Bukan ‘Tafkir’

Dana mereka juga kuat, sehingga bisa membeli slot-slot acara untuk mereka isi dan perlahan mencuci otak pemirsa di rumah. Mereka juga begitu profesional dalam segi manajemen sehingga “dana perjuangan” bisa mereka dapat.

Meski begitu, saya yakin, suatu saat para pengusaha dan pemilik stasiun televisi akan menyadari bahayanya kelompok radikal itu. Tapi kesadaran itu biasanya terlambat, ketika ternyata kelompok ini yang mengendalikan situasi. Seperti kanker, kelompok radikal ini sudah mencengkeram begitu dalam dan lama. Dan untuk memberantasnya harus bertahap, seperti kemoterapi. Juga membutuhkan waktu yg lama.

Tapi disanalah menariknya. Ada niat dan ada usaha. Karena sesungguhnya disitulah kewajiban manusia. Sebab HASIL itu adalah hak Tuhan semata. Semoga negeri ini bisa terlindungi dari pemikiran-pemikiran radikal yang ingin merubah dasar negara ini. Seruput?. (ARN)

Sumber: DennySiregar.com

About ArrahmahNews (16668 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Teror #2019GantiPresiden di Markobar Solo, Ini Jawaban Menohok Gibran – ArrahmahNews
  2. Gus Yahya dan Yenny Wahid Sayangkan Polisi Buru Pengunggah Pawai TK Bercadar – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: