News Ticker

Apakah Laporan Kematian Putra Mahkota Saudi Berlebihan?

RIYADH – Apakah Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dibunuh, terluka atau bersembunyi? Atau semua ini hanya dugaan yang beredar liar di internet? Pertanyaan ini muncul dalam sebuah opini di media Spectator USA, yang dirilis pada Selasa (22/05) terkait menghilangnya putra mahkota sejak tembakan besar yang berkepanjangan terdengar di istana kerajaan di Riyadh pada tengah malam 21 April.

Media pemerintah Saudi berusaha meredam ramainya pemberitaan di Twitter dan di tempat lain ini dengan mengatakan bahwa tembakan itu bukanlah percobaan kudeta melainkan suara tembakan semi-otomatis yang ditujukan pada drone mainan yang terbang terlalu dekat ke dinding istana.

Baca: Putra Mahkota Saudi Menghilang Sejak Dugaan Kudeta Bulan Lalu

Di zaman banyaknya berita palsu dan sensor media Saudi yang sangat ketat saat ini, sulit untuk mengetahui siapa yang harus dipercaya, tetapi yang terlihat jelas disini adalah bahwa Putra Mahkota, yang sebelumnya terlihat di mana-mana karena dianggap sebagai titik fokus internasional dari revolusi budaya di kerajaan itu, tampaknya tiba-tiba telah lenyap.

Media sosial meledak dengan rumor pembunuhan sang penguasa muda Saudi itu. Pengguna saling berbagi laporan dari dokumen rahasia yang menyatakan bahwa MBS, si Putra Mahkota itu, diketahui telah ditembak sebanyak dua kali.

Baca: Spekulasi Kematian Mohammed Bin Salman Semakin Menguat

Pemimpin redaksi harian Kayhan telah menulis dalam sebuah editorial: ‘Setidaknya dua peluru telah mengenai bin Salman pada bentrokan 21 April di Riyadh dan bahkan mungkin iatelah tewas.’

Mungkin untuk menghindari ramainya pembicaraan tentang pembunuhan sang putra mahkota ini, seorang pejabat istana telah merilis foto MBS yang sedang bercengkerama dengan Raja Hamad dari Bahrain, Presiden Sisi Mesir dan Abu Dhabi penguasa Mohammed bin Zayed.

Tapi rilis gambar itu tampaknya cara yang aneh untuk meyakinkan dunia bahwa MBS baik-baik saja. Jelas terlihat memang bahwa itu fotonya, tetapi tidak mungkin untuk memverifikasi kapan foto empat pria yang berdiri di tepi kolam renang tersebut diambil. Tentunya, mengingat dahsyatnya pemberitaan yang beredar, seharusnya MBS merekam pernyataan video bahwa ia baik-baik saja.

Baca: Pompeo Bertemu Menlu Saudi di Tengah Rencana Intervensi Militer Arab di Suriah

Apakah saat ini ia tengah bersembunyi? Atau tidak berdaya? Menariknya, ketika Mike Pompeo mengunjungi Arab Saudi pada akhir April, tidak ada foto atau rekaman video MBS dengan Menteri Luar Negeri AS itu yang terlihat. Departemen Luar Negeri menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa ‘makan malam bisnis benar-benar telah terjadi.

Apa pun yang terjadi padanya, MBS tentu tidak kekurangan musuh didalam negeri. Setelah menjadi penguasa de facto bangsa pada bulan Juni 2017, laki-laki berusia 32 tahun itu telah menangkap dan memenjarakan 380 atau lebih pangeran dan orang-orang terkaya Saudi dalam apa yang disebutnya sebagai pembersihan korupsi. Ada laporan-laporan penyiksaan yang belum dikonfirmasi sampai orang-orang yang ditahan itu setuju untuk menandatangani sebagian besar kekayaan mereka kepada negara.

Baca: Bin Salman Tangkap Sejumlah Pangeran dan Menteri Dengan Tuduhan Korupsi

Di luar negeri, Iran dan aliansinya di seluruh kawasan akan bersukacita mendengar berita kematian Putra Mahkota. Ketegangan di Timur Tengah berjalan sangat tinggi pada saat ini akibat dari kedekatan yang besar antara MBS dan Presiden Trump.

Bisa jadi, tentu saja, bahwa MBS, karena kelelahan setelah jadi sorotan media dalam tur Eropa dan Amerika Serikat, saat ini tengah bersembunyi di kapal pesiar mewahnya untuk berlibur. Tetapi bukankah ini aneh, bahwa mundurnya ia dari hadapan publik terjadi setelah peristiwa penembakan di istana? (ARN)

About ArrahmahNews (14998 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: