News Ticker

Ramadhan Penuh Toleransi di India

MUMBAI – Ada sejumlah besar Muslim di India, sekitar 200 juta orang. Islam adalah agama terbesar kedua di negara itu setelah agama Hindu. Beragam tradisi dijalani Muslim India selama bulan suci Ramadhan.

Terlepas dari keragaman agama dan keyakinan yang besar di India, semua orang di sana hidup dengan harmonis dan penuh toleransi. Muslim di India dengan bebas merayakan bulan suci mereka di seluruh negeri.

Anda dapat melihat orang-orang di jalan meluapkan perasaan gembira dan bahagia, saling mengucapkan selamat atas datangnya bulan Ramadhan tanpa adanya fanatisme agama dari penganut agama lain.

Beberapa kebiasaan masyarakat India selama Ramadhan sangat mirip dengan kebiasaan di Arab dan Mesir.

Salah satu kebiasaan ini adalah “mesaharaty”, yaitu tradisi membangunkan orang-orang dengan membunyikan drum atau bunyi-bunyian lainnya jelang waktu sahur.

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa konsep mesaharty hanya ada di negara-negara Arab, tetapi hal ini juga dikenal di kalangan umat Islam di India, di mana orang-orang yang melakukannya disebut “sahri”. Pada akhir Ramadhan, para sahri menerima hadiah dan uang sebagai rasa terima kasih atas usahanya membangunkan orang-orang untuk sahur sepanjang bulan suci.

Anak-anak di India suka membeli lampion Ramadhan dan berjalan-jalan melalui lingkungan masyarakat dengan menyanyikan lagu-lagu tradisional untuk merayakan bulan suci.

Salah satu tradisi yang terkenal di India selama Ramadhan adalah buka puasa bersama di masjid yang ada di lingkungan mereka, di mana setiap orang membawa buah, permen, dan jus. Semua orang berpartisipasi dalam menyiapkan makanan ini. Sebelum berbuka, Anda dapat melihat anak-anak dan orang dewasa membawa piring menuju ke masjid.

Salah satu kebiasaan aneh di India selama Ramadhan adalah bahwa umat Islam berbuka puasa dengan garam sebelum makan apa pun.

Muslim di India juga suka untuk mengenakan topi khusus, yang disebut “taqiyah/kopiah” atau “kufi”, selama Ramadhan. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka di masjid, baik untuk berdoa atau membaca Al-Quran. Setiap Muslim melakukan yang terbaik untuk bisa mengkhatamkan Qur’an selama bulan ini.

Muslim India suka untuk melakukan sholat Tarawih di masjid-masjid, yang biasanya terdiri dari dua puluh atau delapan rakaat. Terkadang beberapa masjid kekurangan ulama yang bisa berceramah, sehingga warga lingkungan mengundang ulama dari daerah lain untuk melakukan hal itu. (ARN)

About ArrahmahNews (14988 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: