News Ticker

Julian Assange Siap Jadi Saksi Kasus Dugaan Campur Tangan Rusia di Pemilu AS

LONDON – Pendiri organisasi whistle-blowing WikiLeaks, Julian Assange, siap untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016.

Rekan Assange, Randy Credico mengatakan bahwa ia siap untuk berbicara dengan Adam Schiff, politisi Partai Demokrat yang termasuk dalam komite intelijen Dewan Perwakilan AS, untuk membersihkan semua permasalahan ini.

“Jika dia ingin pergi ke sana [ke Kedutaan Besar Ekuador di London], dia [Assange] sedang menunggunya,” kata Credico pada hari Jum’at dalam sebuah wawancara dengan saluran MSNBC.

Baca: E-Mail Hillary Ungkap Aliran Dana Saudi dan Qatar ke ISIS

Credico mencatat bahwa Assange akan berbicara kepada para penyelidik hanya di kedutaan karena dia mengkhawatirkan penangkapan dirinya dan ekstradisi ke Amerika Serikat jika keluar dari sana.

Sebenarnya, pada bulan Maret, komite intelijen Dewan Perwakilan AS telah mengakhiri penyelidikannya sendiri mengenai Rusia, menyimpulkan bahwa tidak ada kolusi antara tim Trump dan Rusia. Penyelidikan itu sendiri saat ini masih dipimpin oleh Penasihat Khusus Robert Mueller.

Sejak Presiden AS Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS 2016, pihak berwenang AS telah menyelidiki, di berbagai tingkatan, kolusi tim kampanye itu dengan para pengusaha dan pejabat Rusia, mencurigai campur tangan Moskow dalam pemilihan.

Selain itu, tim kampanye Trump dituduh bersekongkol dengan WikiLeaks dengan maksud untuk mempublikasikan email dari tim kampanye calon Demokrat saat itu, Hillary Clinton, untuk memanipulasi opini publik. (ARN)

About ArrahmahNews (16629 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Rusia Tuntut AS Tunjukkan Bukti atas Tuduhan Interfensi Pemilu 2016 – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: