News Ticker

Seminar Khilafah di Bandung, Cara HTI Tes Pemerintah Soal UU Ormas dan AntiTerorisme

BANDUNG – Seakan-akan melecehkan atau menertawakan Pemerintah dan Aparat penegak hukum, sebuah seminar yang, konon, membahas tetang pembentukan KHILAFAH di Indonesia akan digelar di Bandung. Resminya, seminar tersebut berjudul “Kajian Sistem Politik dan Pemerintahan Islam,” namun dalam undangan di WA diberi tagar “Khilafah dan Metode Mewujudkannya.”

Para pemrakarsa dan simpatisan serta undangan seminar tentu bisa saja berkilah bahwa ini adalah seminar “Ilmiah” yang sesuai dengan prinsip kebebasan akademik. Namun jika dilihat siapa yang berbicara, yaitu Luthfi Afandi (LA), maka orang juga bisa menduga bahwa forum ini merupakan semacam propaganda Khilafahisme ala HTI. Sebab LA sendiri merupakan tokoh HTI, tepatnya organisasi ilegal tersebut untuk wilayah Jawa Barat.

Jelaslah jika forum ini terselenggara, ia adalah sebuah tes apakah UU Ormas -yang beberapa bulan lalu dibentuk itu- akan ditegakkan, atau sebaliknya. Sebab jelas dalam pasal UU tersebut, semua upaya untuk menyebarluaskan ajaran ideologi anti Pancasila dan UUD 1945 adalah dilarang di negeri ini. Termasuk ajaran Khilafajisme ex HTI tentunya.

BacaViral di Medsos, Akhirnya Seminar #Khilafah Berbau HTI di Bandung Batal.

Bisa jadi nanti akan ada berbagai alasan untuk “kompromi” antara aparat dengan penyelenggara, misalnya saja karena adanya kekhawatiran mengganggu suasana bulan puasa, dll. Namun dalih semacam ini, jika memang nanti dipakai dan diikuti, akan dengan mudah ditemukan dan dimanipulasi kapan saja seminar semacam itu digelar.

Aturan main termasuk UU apa saja bisa dibuat oleh Pemerintah dan DPR. Tetapi at the end of the day, yang terpenting adalah apakah aturan dan UU itu akan diikuti dengan penegakan hukum (law enforcement) atau tidak. Jika jawabnya yang disebut terakhir itu, maka semuanya hanya muspro belaka. Dan para pengamncam NKRI akan tertawa-tawa karena kekonyolan tersebut. [ARN]

Penulis: Muhammad A.S Hikam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: