NewsTicker

Mantan Dubes Inggris: Bahrain Hampir Sepenuhnya jadi Budak Saudi-AS

MANAMA – Mantan dubes Inggris untuk Bahrain mengatakan bahwa pulau Teluk Persia itu telah berubah menjadi hampir sepenuhnya negara budak bagi AS dan Arab Saudi akibat ketakutan pemerintah dalam mempertahankan keberadaannya setelah terus menerus menghadapi protes rakyat.

Dalam wawancara dengan jaringan televisi Libanon al-Mayadeen pada hari Minggu, Peter Ford mengatakan, “Bahrain hampir berubah menjadi koloni/jajahan Saudi dan Amerika sejak awal protes” pada tahun 2011.

Keluarga Al Khalifah yang berkuasa telah menyerah ke Riyadh sejak dinasti ini menjadi takut, kata Ford, yang menjabat sebagai duta besar terakreditasi Inggris untuk Manama selama tiga tahun.

Baca: Hasan Nasrallah: Delegasi Bahrain ke Israel Tidak Mewakili Rakyat

“Kekhawatiran ini juga merupakan alasan di balik kedekatan posisi Bahrain dengan sikap anti-Iran dari Amerika Serikat dan Israel,” tambahnya.

Manama menuduh Teheran memicu protes, dimana tuduhan ini ditolak keras oleh Republik Islam tersebut. Diskriminasi bertahun-tahunlah yang memicu oposisi akar rumput terhadap keluarga penguasa kerajaan.

Puluhan orang telah tewas dan ratusan lainnya dipenjara selama penindasan rezim terhadap protes. Puluhan warga negara Bahrain juga telah dilucuti kewarganegaraannya, setelah tuduhan terlibat dalam tindakan “terorisme” atau tindakan untuk merusak keamanan nasional.

Baca: MEMALUKAN! Upayakan Hubungan Mesra dengan Zionis, Bahrain Kirim Utusan ke Israel

Rezim Bahrain yang berkuasa telah semakin selaras secara radikal dengan AS, Arab Saudi, dan Israel dalam upaya mereka untuk menjelekkan dan mengisolasi Iran.

Desember lalu, delegasi Bahrain tiba di Israel dengan pesan “perdamaian” dari raja negara itu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: