News Ticker

PBB Suarakan Keprihatinan atas Penangkapan Aktivis Perempuan di Saudi

JENEWA – PBB menyerukan kepada Arab Saudi pada hari Selasa (29/05) untuk memberikan informasi tentang aktivis hak-hak perempuan yang ditangkap menjelang pencabutan larangan mengemudi perempuan yang merupakan bagian dari program reformasi Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan bahwa pemerintah Saudi harus memastikan perempuan dan juru kampanye lainnya dalam tahanan memiliki proses hukum.

Baca: Penulis Saudi: Mengapa Putra Mahkota Seperti Melihat Musuh Dimana-mana?

Tindakan keras terhadap aktivis hak-hak perempuan tersebut terjadi hanya beberapa minggu sebelum dihapusnya larangan mengemudi. Hal ini menghidupkan kembali keraguan tentang pendekatan Pangeran Mahkota Saudi terhadap reformasi di kerajaan.

Hampir selusin aktivis terkemuka, dimana sebagian besarnya adalah perempuan yang selama bertahun-tahun mendesak diberlakukannya reformasi, telah ditangkap oleh pemerintah Kerajaan, menarik ekspresi keprihatinan yang jarang dari kantor hak asasi manusia PBB, pada hari Selasa.

Juru bicara Hak Asasi Manusia PBB, Liz Throssell pada konferensi pers di Jenewa mengatakan bahwa enam wanita dan tiga pria diketahui masih berada dalam tahanan dan menghadapi tuduhan sangat serius yang kemungkinan bisa dijatuhi hukuman kejam.

Baca: Lagi, Saudi Tangkap 3 Perempuan Aktivis HAM

“Kepastian keberadaan mereka tidak diketahui dan sebagian besar dari mereka hanya diizinkan untuk melakukan satu panggilan telepon ke keluarga mereka sejak mereka ditangkap,” katanya sebagaimana dikutip Reuters.

“Kami mendesak pihak berwenang Arab Saudi untuk mengungkapkan lokasi mereka, dan memastikan hak mereka untuk menjamin proses hukum,” kata Throssell. “Jika, seperti yang terlihat, penahanan mereka terkait hanya dengan pekerjaan mereka sebagai pembela hak asasi manusia dan aktivis pada isu-isu perempuan, mereka harus segera dibebaskan.”

Mereka memiliki hak atas perwakilan hukum, untuk mengetahui sifat dari tuduhan terhadap mereka, untuk memiliki akses ke keluarga mereka dan untuk dibawa ke pengadilan yang tidak memihak dalam jangka waktu yang wajar, tambahnya.

Pihak berwenang Saudi harus memberikan informasi tentang pangeran Saudi, Nawaf Talal Rasheed, yang dilaporkan hilang sejak dideportasi dari Kuwait pada 12 Mei dan menjelaskan jika ditangkap dan atas dasar apa, katanya. Sang Pangeran ini juga warga negara Qatar. (ARN)

Iklan

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Saudi Mulai Keluarkan SIM untuk Wanita Ditengah Kontroversi Penahanan Aktivis – ArrahmahNews
  2. Akan Diselidiki Terkait Gaya Berpakaiannya, Presenter Wanita Saudi ini Kabur – ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: