NewsTicker

Beijing Kecam Peringatan Macron soal Hegemoni China

BEIJING – China mengecam keras peringatan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut bahwa negara Asia Timur itu telah mendominasi kawasan Indo-Pasifik. Beijing menyatakan peringatan itu sebagai “tuduhan tanpa dasar”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, membalas komentar presiden Perancis itu dan mengatakan kekhawatiran Macron tidak berdasar karena China selalu berusaha meningkatkan status kekuatan global secara damai.

Baca: China: Kami Siap Hadapi AS dalam Perang Dagang

Presiden Prancis itu dalam kunjungannya ke Sydney pada hari Kamis (04/05) mengatakan bahwa Perancis, India dan Australia berbagi tanggung jawab untuk melindungi kawasan dari “hegemoni”, yang dimaksudkan secara implisit ke kekuatan China yang berkembang.

“Yang penting adalah melestarikan aturan dasar pembangunan di kawasan … dan untuk menjaga keseimbangan yang diperlukan di kawasan ini,” kata Macron. “Sangat penting dengan konteks baru ini untuk tidak memiliki hegemoni.”

“Di mata dunia, negara mana yang bisa dikatakan benar-benar sedang melaksanakan hegemoni di dunia saat ini? Negara mana yang juga telah lama melakukan hegemoni militer atau ekonomi dari setiap jenisnya di kawasan ini?” ujar Hua mempertanyakan peringatan Macron.

Baca: China-Rusia Tegaskan Kesatuan Sikap Hadapi AS

“Sebelum membuat komentar atau tuduhan tanpa dasar, Anda harus mengklarifikasi fakta-fakta ini,” kata juru bicara itu kepada wartawan selama konferensi pers reguler, menyindir Amerika Serikat secara tidak langsung.

Kantor berita China, Global Times, juga mengecam Macron dan menuduhnya melakukan “pertunjukan oportunistik di (dalam) Indo-Pasifik.”

“Ketika Perancis merosot, oportunisme meningkat dalam diplomasinya,” kata surat kabar itu. Perancis memiliki sejumlah pulau di Samudra Pasifik.

Negara ini mempertahankan kehadiran keamanan yang kuat di seluruh wilayah kaya sumber daya itu dengan 4.500 personel militer permanen ditempatkan di pangkalan Samudera Hindia dan 2.800 personel di Pasifik.

Australia, sekutu dekat Prancis, juga menjadi semakin khawatir akan kekuatan dan pengaruh Beijing di Pasifik, yang diklaimnya berpotensi mengganggu keseimbangan strategis di kawasan itu.

India dan AS baru-baru ini terlibat dalam pembicaraan untuk meningkatkan kerja sama operasional, termasuk keamanan maritim bilateral dan perdagangan pasar terbuka, di kawasan Indo-Pasifik. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: