News Ticker

Menhan: Qatar Tak Akan Perangi Iran

SINGAPURA – Dalam pidatonya yang telah ditafsirkan sebagai tanda keretakan makin dalam antara Doha dan Riyadh, Menteri Pertahanan Qatar dengan tegas menolak gagasan untuk mengambil bagian dalam konflik militer terhadap Iran, dengan menyoroti bahwa Doha tidak akan “mengobarkan perang ”di wilayah Teluk Persia.

Khalid bin Mohammad al-Attiyah, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri, mengatakan pada konferensi keamanan internasional di Singapura pada hari Minggu (03/06) bahwa Qatar tidak akan terseret ke dalam konflik apapun yang semacam itu.

Baca: Lawan Blokade Saudi, Qatar Pererat Hubungan dengan Iran dan Turki

“Apakah bijaksana untuk memanggil Amerika Serikat dan memanggil Israel untuk pergi dan memerangi Iran? … Apakah ada pihak ketiga yang mencoba untuk mendorong kawasan atau beberapa negara di kawasan untuk memulai perang di Iran, ini akan sangat berbahaya, ”kata menteri Qatar tersebut.

“Setiap orang harus tetap berpegangan pada hal ini dan maju dengan ini. Menurut penilaian saya sendiri, saya pikir Amerika Serikat lebih bijak dengan tidak masuk dalam perang dengan Iran. ”

Menteri Qatar tersebut memang tidak menyebut nama negara yang ia maksud, tetapi kata-katanya dengan jelas merujuk ke Arab Saudi, yang juga telah memimpin blokade Qatar dengan sekutu Teluk Persia sejak Juni tahun lalu.

Baca: Emir Qatar Berterima Kasih atas Dukungan Iran Hadapi Sanksi Kejam Saudi Cs

Pernyataan oleh pejabat tinggi pertahanan Qatar itu telah dilihat oleh para analis sebagai kelanjutan krisis dalam hubungan Doha dengan sekelompok negara Arab pimpinan Saudi yang memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan Qatar pada 5 Juni 2017, setelah secara resmi menuduhnya. “Mensponsori terorisme.”

Alasan lain yang digunakan oleh Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab untuk memutuskan hubungan dengan Qatar adalah hubungan dekat Doha dengan Teheran.

Sejak saat itu, kelompok yang dipimpin Saudi telah memberlakukan berbagai tindakan pembatasan, termasuk sanksi ekonomi, terhadap Qatar sambil memberikan daftar tuntutan mereka untuk dipenuhi sebelum hubungan dapat dinormalisasi.

Qatar tidak mau menerima semua tekanan Arab Saudi. Sebaliknya, pihaknya telah menanggapi dengan menantang dan menepis dakwaan serta menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan baru.

Jaringan berita dan saluran TV al-Jazeera yang berbasis di Qatar mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Minggu bahwa orang-orang yang tinggal di Qatar tidak mungkin melupakan para tetangga yang bersedia membantu ketika mereka sangat membutuhkannya. (ARN)

About ArrahmahNews (15781 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: