News Ticker

Raja Bahrain atur Siasat Angkat Putranya Duduki Kursi Perdana Menteri

MANAMA – Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, didukung oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammad bin Zayed bin Sultan Al Nahyan, dilaporkan merencanakan untuk menyingkirkan Perdana Menteri Khalifah bin Salman Al Khalifah yang telah lama menjabat, dan menggantikannya dengan seseorang yang merupakan anggota lingkaran dalam Raja.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh surat kabar pan-Arab yang berbasis di London, al-Quds al-Arabi, raja Bahrain yang berusia 68 tahun itu sedang mempertimbangkan untuk memecat paman dari pihak ayahnya, yang telah menjadi perdana menteri negara itu sejak tahun 1970, dan menunjuk putra keempatnya, Sheikh Nasser bin Hamad Al Khalifah untuk menggantikannya.

Baca: Mantan Dubes Inggris: Bahrain Hampir Sepenuhnya jadi Budak Saudi-AS

Sumber-sumber informasi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa Raja Hamad akan menggunakan perubahan mandat dari Kovenan Negara sebagai skenario yang lebih masuk akal untuk memenuhi ambisinya, jika tidak, dia dan Al Nahyan harus menyusun siasat lain.

Sumber yang sama lebih lanjut mencatat bahwa pemecatan perdana menteri Bahrain tidak diragukan lagi akan menenggelamkan kerajaan Teluk Persia kecil itu ke dalam kekacauan besar.

Para pakar politik melihat dua alasan dalam kesepakatan antara Hamad bin Isa Al Khalifa dan Sheikh Mohammad bin Zayed bin Sultan Al Nahyan yang ditujukan untuk membuat perubahan yang disukai di arena politik Bahrain tersebut.

Baca: Pertemuan Netanyahu dengan Dubes Bahrain dan UEA di Washington

Pertama, penguasa Bahrain akan menghapus seseorang, yang kehadirannya di panggung politik negara itu telah lama menghantui dirinya, dan menciptakan gagasan bahwa administrasi negara yang sebenarnya berada di tangan perdana menteri.

Kedua, Putra Mahkota Abu Dhabi akan menyingkirkan orang kuat, yang cenderung melawan dominasi absolut Uni Emirat Arab di Bahrain.

Belum jelas apakah Arab Saudi, yang menganggap Bahrain sebagai halaman belakangnya, akan bergabung dan mendukung perubahan dalam kepemimpinan politik Bahrain, atau apakah kerajaan itu akan sangat berhati-hati mengenai langkah semacam itu.

Ribuan pengunjuk rasa anti-rezim telah mengadakan demonstrasi di Bahrain hampir setiap hari sejak pemberontakan rakyat dimulai di negara itu pada pertengahan Februari 2011. (ARN)

About ArrahmahNews (15049 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: