News Ticker

71 Anggota ICRC Dievakuasi dari Yaman karena Ketidakamanan

DJIBOUTI – Komite Palang Merah Internasional (ICRC) telah mengevakuasi sekitar 71 anggota timnya di Yaman di tengah meningkatnya ketidakamanan di negara yang dilanda perang itu.

ICRC mengatakan pada hari Kamis (07/06) bahwa para staf telah dipindahkan dari Yaman ke Djibouti karena insiden keamanan dan ancaman.

Juru bicara ICRC Marie-Claire Feghali mengatakan bahwa sekitar 450 karyawan, termasuk puluhan staf ekspatriat, saat ini masih tetap berada di Yaman.

Baca: Peneliti: Agresi Saudi ke Yaman Jauh Lebih Buruk dari Holocoust

Feghali mengatakan bahwa sebagian evakuasi telah mempengaruhi banyak program bantuan ICRC, termasuk misi bantuan untuk operasi, air dan makanan.

Dia meminta semua pihak yang bertikai dalam konflik Yaman untuk memberikan jaminan keamanan sehingga lembaga bantuan kemanusiaan itu dapat terus menjalankan pengiriman bantuan dan program lainnya.

“Kegiatan kami saat ini telah diblokir, terancam dan ditargetkan secara langsung dalam beberapa minggu terakhir, dan kami melihat upaya kuat untuk menjadikan organisasi kami sebagai pion dalam konflik,” kata ICRC dalam sebuah pernyataan.

Baca: Laporan: Koalisi Saudi Serang Kapal Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Yaman

Evakuasi itu dilakukan setelah orang-orang bersenjata tak dikenal menembak mati seorang staf ICRC pada 21 April. Staf yang merupakan seorang warga Libanon itu tewas ketika bepergian dengan mobilnya untuk mengunjungi sebuah penjara di kota barat daya Yaman, Ta’izz.

Pernyataan ICRC mengatakan meningkatnya ancaman keamanan kepada personilnya telah membuatnya secara efektif tidak mungkin untuk melanjutkan beberapa misi.

“Sementara delegasi Yaman telah menerima banyak ancaman di masa lalu, kami tidak dapat menerima risiko tambahan kurang dari dua bulan setelah seorang pria bersenjata membunuh seorang anggota staf,” kata pernyataan itu, menambahkan, “Keamanan staf kami, yang diintimidasi oleh pihak-pihak yang berkonflik, merupakan prasyarat yang tidak dapat dinegosiasikan untuk kehadiran dan pekerjaan kami di Yaman dan prioritas mutlak. ”

Menurut angka yang dikeluarkan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman, lebih dari 600.000 orang telah tewas atau terluka sejak 2015 dalam perang Saudi di Yaman, negara yang sudah miskin yang sekarang menghadapi situasi kemanusiaan yang mengerikan.

Serangan Saudi juga telah menargetkan staf kemanusiaan dari PBB dan organisasi lain, mendorong badan-badan tersebut untuk mempertimbangkan kembali kehadiran mereka di Yaman.

Pihak berwenang di Pelabuhan Laut Merah Hudaydah mengatakan pada akhir pekan bahwa sebuah kapal bantuan PBB telah ditargetkan tepat ketika mereka mengirim kargo dan bersiap-siap untukpergi. Pelabuhan, yang berada di bawah blokade ketat Saudi itu adalah satu-satunya akses masuk untuk makanan dan bantuan Yaman. (ARN)

About ArrahmahNews (15781 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: