News Ticker

Koalisi Saudi Luncurkan 18 Serangan ke Provinsi Hudaydah

HUDAYDAH – Koalisi AS-Saudi pada hari Kamis (07/06) meluncurkan 18 serangan udara di provinsi Hudaydah. 14 serangan udara ditujukan ke sebuah pasar rakyat di sebuah daerah cagar alam Boraa, sementara empat lainnya menghantam cagar alam itu sendiri.

Sementara itu seorang sumber keamanan di provinsi Al-Hudaydah mengumumkan bahwa Dinas Keamanan tentara Yaman menangkap agen-agen kriminal yang direkrut oleh koalisi AS-Saudi. Mereka bertugas memantau informasi internal dan menyediakan koordinat untuk serangan bagi koalisi.

Baca: Saudi-UEA Datangkan Pasukan Khusus AS untuk Rebut Hudaydah

Sumber keamanan menambahkan bahwa unsur-unsur yang ia gambarkan sangat berbahaya itu bertugas untuk memantau pergerakan sasaran Yaman dan menentukan koordinat yang akan dibom oleh serangan udara. Mereka mengumpulkan informasi tentang kegiatan dan menipu pemuda Yaman untuk merekrut mereka di barisan koalisi.

Sayyad Abdulmalik AL-Houthi mengklaim di salah satu pidatonya bahwa Arab Saudi hanyalah alat yang digunakan oleh AS dan Israel untuk melawan Yaman guna menaklukkannya dan merebut kendali atas Laut Merah dan Bab Al-Mandab yang akan memungkinkan mereka untuk menguasai dunia.

Ketua Komite Revolusioner Agung, Mohammad Al-Houthi, mengatakan bahwa kekuatan dari berbagai negara mendukung aliansi Saudi, termasuk Israel dan Amerika Serikat, dalam Pertempuran di Pesisir Barat.

Baca: Utusan PBB: Serangan ke Hudaydah Ancam Perundingan Damai

Dalam sebuah wawancara dengan TV Al-Mayadeen, Al-Houthi mengumumkan bahwa utusan internasional untuk Yaman, Martin Griffith, tidak mengangkat kerangka formal untuk negosiasi yang jelas dan bahwa dialog dimungkinkan dengan semua orang Yaman.

Hudaydah adalah kota pelabuhan strategis untuk mendukung kehidupan lebih dari 20 juta warga Yaman. Suze van Meegen, penasihat perlindungan dan advokasi dengan Dewan Pengungsi Norwegia, mengatakan kepada AFP bahwa pelabuhan itu harusnya menjadi sumber setidaknya 70 persen dari semua impor ke Yaman.

Koalisi yang dipimpin AS-Saudi selalu berkeinginan untuk merebut kendali Hudaydah dari pasukan gabungan Yaman. Namun mantan utusan khusus PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh, tahun lalu memperingatkan agar tidak menyerang kota pelabuhan itu karena akan berpotensi menimbulkan konsekuensi bencana di Yaman. Martin Griffiths, utusan khusus baru untuk Yaman, juga menggemakan keprihatinan yang sama atas serangan terhadap Hudaydah di Dewan Keamanan PBB pekan ini.

Terlepas dari klaim Riyadh bahwa mereka membom posisi para pejuang Ansarullah, para pembom Saudi kenyataannya selalu meluluh lantakkan area pemukiman dan infrastruktur sipil. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: