News Ticker

Hacker China Dilaporkan Curi Data Sensitif Angkatan Laut AS

WASHINGTON DC – Hacker pemerintah China dilaporkan telah meretas komputer kontraktor angkatan laut AS dan mencuri sejumlah besar data yang sangat sensitif tentang peperangan bawah laut.

Mengutip para pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya, Washington Post melaporkan pada hari Jumat (08/06) bahwa para peretas telah mencuri 614 gigabyte data rahasia termasuk informasi yang berkaitan dengan sensor, sistem kriptografi bawah laut dan proyek sangat rahasia yang dikenal sebagai Sea Dragon.

Baca: China Ancam AS atas Tindakan Beresiko di Laut China Selatan

Para pejabat itu menolak untuk mengidentifikasi kontraktor yang terdampak tetapi mengungkapkan bahwa kontraktor itu telah bekerja untuk Naval Undersea Warfare Center, sebuah organisasi militer yang bermarkas di Newport, Rhode Island, yang melakukan penelitian dan pengembangan kapal selam dan persenjataan bawah laut.

Di antara data yang dicuri itu termasuk juga rencana untuk pengembangan rudal anti-kapal supersonik yang akan digunakan pada kapal selam AS pada 2020.

Pelanggaran keamanan tampaknya terjadi pada bulan Januari dan Februari tahun ini dan telah ada penyelidikan yang sedang berlangsung yang dipimpin oleh angkatan laut dengan bantuan FBI.

“Per peraturan federal, ada langkah-langkah yang mengharuskan perusahaan untuk memberi tahu pemerintah ketika ‘insiden cyber’ telah terjadi yang memiliki efek merugikan baik secara aktual atau potensial pada jaringan mereka yang berisi informasi tidak terkontrol yang dikendalikan. Akan tidak pantas untuk membahas detail lebih lanjut pada saat ini, “kata angkatan laut AS kepada Reuters.

Baca: Takut Dengan China AS Tingkatkan Produksi Senjata

The Post mengatakan bahwa pihaknya setuju untuk merahasiakan beberapa rincian tentang proyek rudal yang dikompromikan setelah angkatan laut mengatakan perilisan tentang hal itu dapat membahayakan keamanan nasional.

“Para pejabat mengatakan materialnya, ketika sudah dikumpulkan, akan dianggap rahasia, sebuah fakta yang menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan Angkatan Laut untuk mengawasi kontraktor yang ditugaskan untuk mengembangkan senjata mutakhir,” bunyi laporan surat kabar itu.

Komandan AS Bill Speaks, juru bicara angkatan laut, menolak mengomentari laporan Post dengan beralasan hal ini terkait keamanan.

“Berkembangnya ancaman dunia maya adalah hal yang serius dan kami terus memperkuat budaya cybersecurity kami dengan berfokus pada kesadaran akan ancaman dunia maya, dan kemampuan pertahanan cyber kami serta kemampuan teknologi informasi,” katanya.

Pengungkapan serangan cyber ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Washington pada berbagai masalah termasuk masalah perdagangan dan masalah militer.

Bulan lalu, Pentagon menarik undangannya dari Tiongkok untuk bergabung dengan latihan maritim di Pasifik mengenai “militerisasi berkelanjutan” negara itu dari Laut Cina Selatan. (ARN)

About ArrahmahNews (15798 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Hacker China Dilaporkan Curi Data Sensitif Angkatan Laut AS

  1. yg nyuri ternyata perusahaan swasta amerika kkk

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: