News Ticker

Macron ke Trump: Jangan Dorong Iran Tinggalkan Kesepakatan Nuklir

QUEBEC – Presiden Perancis Emmanuel Macron meminta AS untuk tidak mendorong Iran meninggalkan kesepakatan nuklir 2015 saat ia mendesak para pemimpin dunia untuk bangkit menghadapi ancaman “hegemoni” baru AS.

“Anda tidak nyaman dengan perjanjian yang ditandatangani oleh pendahulu anda, mungkin hanya karena (perjanjian) itu ditandatangani oleh pendahulu anda, tetapi jangan hentikan orang lain agar tidak menghormatinya dan jangan mendorong Iran untuk pergi,” katanya pada hari Kamis (07/06).

Baca: Macron Gambarkan Pembicaraan Teleponnya dengan Trump Seperti Sosis

Presiden Prancis itu berbicara bersama perdana menteri Kanada, Justin Trudeau, yang menjadi tuan rumah KTT G7 di Quebec.

KTT ini diadakan di tengah-tengah perbedaan pendapat yang tajam antara presiden AS dan enam pemimpin lainnya dari negara-negara industri atas perdagangan, perubahan iklim dan kesepakatan nuklir dengan Iran.

Macron menyerukan kepada Jerman, Inggris, Italia, Jepang, dan Kanada, anggota laindari kelompok itu, untuk menahan potensi kemunduran AS menuju “isolasi lebih lanjut dan hegemoni kasar.”

“Saya percaya akan kerja sama dan multilateralisme karena saya akan melawan hegemoni dengan segenap kekuatan saya. Hegemoni adalah kekuatan pasti benar. Hegemoni adalah akhir dari supremasi hukum, ”tegasnya.

Baca: Laporan: Pembicaraan Telepon Macron-Trump Berlangsung “Mengerikan”

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif pada sekutu Washington dalam apa yang disebut Macron, memukul drum perang perdagangan dengan mereka.

“Anda tidak bisa, di antara sekutu dalam konteks internasional ini, memulai perang dagang. Bagi saya itu masalah prinsip, ”kata kepala negara Prancis.

“Enam negara lain di G7 mewakili pasar yang lebih besar dari pasar Amerika,” tambahnya saat ia mendorong kelompok ini untuk tidak menyusun pernyataan akhir pertemuan dengan cara yang akan menyenangkan AS.

“Alih-alih menyesuaikan pernyataan dengan harapan Washington, sekutu harus bersatu untuk mengabadikan nilai-nilai umum,” kata Macron.

Untuk bagiannya, Perdana Menteri Kanada Trudeau menggambarkan tarif baru yang diberlakukan AS sebagai langkah “sepihak dan ilegal” dan dalih keamanan nasional, yang telah ditawarkan Trump untuk memaksakan mereka, sebagai “risible.”

Ia menambahkan bahwa tindakan Trump yang tidak dapat diterima ini akan merugikan warganya sendiri. “Adalah pekerjaan orang-orang Amerika yang akan hilang karena tindakan pemerintah ini,” kata perdana menteri Kanada tersebut. (ARN)

About ArrahmahNews (15046 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Rouhani ke Macron: Iran Akan Stop Kesepakatan Nuklir Jika Tak Ada Manfaat – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: