News Ticker

Narasi Fitnah Bani Micin: NU Kerjasama Israel

JAKARTA – Viral di media sosial NU dituduh kerjasama dengan Israel. Fitnah tersebut bermula dari sebuah surat undangan Israel kepada salah satu tokoh NU Yahya Cholil Staquf. Sumber fitnah tersebut diantaranya (1) https://bit.ly/2Jnb1Lj dan (2) https://bit.ly/2MbeZob. Kemudian disebarkan oleh akun-akun yang benci terhadap NU.

Baca: Website Garis Lurus Ingin Hancurkan NU dengan Taktik Fitnah dan Adu Domba

“Di saat umat Islam terluka akibat serangan Israel… Perwakilan PBNU mendatangi Israel. Kunjungan ini bentuk pengakuan terhadap negara Israel. Menyakiti hati umat Islam dan bangsa Palestina khususnya.” Demikian narasi yang dipakai ahlul fitnah tersebut.

Undangan tersebut benar adanya. Namun, mengenai kerjasama NU dan Israel tidak benar. Sebagaimana telah klarifikasi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini, yang diundang adalah Katib Aam Syuriah PBNU Yahya Cholil Staquf. Helmy menegaskan jika kehadiran Yahya yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu untuk memberi dukungan kepada Palestina.

“Gus Yahya diundang sebagai perwakilan PBNU untuk menjelaskan posisi Palestina, untuk memberikan dukungan kepada Palestina,” ujar Helmi dilansir dari CNNIndonesia.

Baca: NU Garis Lurus (NUGL) dan Kesombongan Kultural

Helmy juga membantah jika kunjungan itu bersifat kerja sama antara Indonesia atau PBNU dengan Israel. Sebaliknya, undangan itu murni untuk kajian akademik dan kemanusiaan demi mewujudkan perdamaian bagi warga Palestina.

Diungkapkan Ketua Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum Robikin Emhas, kehadiran Yahya Cholil Staquf ke Israel bukan dalam kapasitas sebagai Katib Aam PBNU. Robikin menegaskan, tidak pernah ada kerja sama yang terjalin antara PBNU dan Israel baik berupa program ataupun kelembagaan. Kehadiran beberapa tokoh NU yang pernah hadir ke Israel murni urusan pribadi.

Baca: Usaha AS ‘Libyakan Suriah’ Disambut Baik Gerombolan Khilafah di Indonesia

Info penting yang harus diketahui publik bahwa Kop surat dari Israel berasal dari forum Israel Council on foreign relation. Itu adalah forum independen non partisipan untuk mempelajari dan berdebat mengenai isu konflik international terutama yang terkait timur tengah. Harus diingat bahwa lembaga tersebut bukan milik pemerintah atau pro pemerintah.

Selain itu, dalam membuat undangan biasanya gelar dan kedudukan pasti dimasukkan untuk menghormati orang. Ini menunjukkan bahwa dalam undangan tersebut kapasitas Gus Yahya Cholil Staquf bukan mewakili NU. Dengan demikian, adanya poster yang menyebut NU kerjasama Israel bisa dipastikan hoax alis fitnah untuk menghacurkan NU. Salam waras, orang cerdas tak termakan hoax. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: