News Ticker

Analis: Langkah Trump Tunjukkan G7 Menuju Perpecahan

QUEBEC – Seorang komentator menggambarkan penolakan Presiden AS Donald Trump untuk menandatangani komunike akhir KTT G7 yang telah disetujui sebelumnya sebagai “pertunjukan” tipikal kepala negara Amerika itu dan menyebut bahwa langkah tersebut adalah tanda bahwa aliansi negara-negara Barat itu kini menuju “perpecahan “.

“Penarikan tiba-tiba Trump atas komunike yang dikeluarkan pada akhir KTT G7 Quebec menunjukkan perpecahan yang semakin melebar di antara para pemimpin dari tujuh negara industri,” kata Peter Koenig kepada Press TV, Senin (11/06).

Apa yang sebenarnya terjadi antara AS dan sekutu G7nya adalah “disintegrasi Barat,” yang cepat dan meningkat, kata analis tersebut, menekankan, “Sudah jelas bahwa kelompok ini tidak berkelanjutan.”

Koenig lebih lanjut mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya presiden AS tersebut menandatangani perjanjian dan kemudian membatalkannya, menambahkan bahwa apa yang terjadi di Quebec hanyalah “pertunjukan seperti biasa (yang dilakukan) Trump,” yang mirip dengan apa yang dilakukannya atas kesepakatan nuklir Iran, masalah Korea Utara, dan batas tarif dengan China bahkan dengan sekutu Washington sendiri.

“Seberapa seriuskah itu? Dia hanya ingin memastikan bahwa dirinyalah yang berhak memutuskan dan dunia mengerti bahwa Trumplah yang memutuskan, ”tambahnya.

Sebelumnya pada Senin (11/06) Presiden AS Donald Trump menarik kembali dukungan terhadap komunike bersama yang dihasilkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7, dan menuduh Kanada “tidak jujur”. Trump mengatakan bahwa negara-negara lain memaksakan “tarif perdagangan yang terlalu besar” di AS.

Komunike bersama, yang mendukung “sistem perdagangan berbasis aturan”, berhasil disepakati, walaupun ada ketegangan terkait kebijakan AS dalam tarif bea masuk terhadap impor baja dan aluminium.

Dalam jumpa pers, Trudeau mengeluarkan pernyataan yang digambarkan “menghina” keputusan Trump terkait kebijakan barunya dalam mematok tarif bea masuk baru terhadap impor baja dan aluminium untuk keamanan nasional mereka.

“Kami akan tetap maju untuk menyiapkan langkah-langkah pembalasan pada 1 Juli,” kata Trudeau. Dia menambahkan: “Orang Kanada termasuk sopan dan rasional, tapi kami juga tidak bisa ditekan seenaknya.”

Pernyataan Trudeau ini kemudian diluruskan oleh stafnya dengan menyatakan bahwa Trudeau tidak mengatakan hal itu sebelumnya, baik di hadapan pers ataupun saat bertemu Trump.

Sementara, Uni Eropa mengatakan akan tetap mendukung komunike bersama, walaupun ditolak oleh Trump.

“Kami mendukung komitmen sebagaimana dihasilkan dalam komunike bersama G7,” kata seorang pejabat senior Inggris.

Dalam akun Tweeternya, saat perjalanan untuk menghadiri KTT dirinya dengan pemimpin Korut di Singapura, Trump mengatakan dia telah menginstruksikan pejabat AS agar “tidak mendukung komunike bersama G7.”

Trump mengatakan langkah itu menanggapi pernyataan Trudeau yang disebutnya “telah berbohong” saat jumpa pers, dan fakta bahwa Kanada mengenakan tarif yang tinggi kepada para petani, pekerja dan perusahaan AS.

Dia kemudian menyebut Trudeau “sangat tidak jujur dan lemah”. (ARN)

About ArrahmahNews (16710 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. PM Inggris Desak Trump Hormati Komitmen G7 – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: