News Ticker

Analis: AS Kini Dibawah Kendali Penuh Israel

MADISON – Amerika Serikat telah diduduki oleh Israel selama beberapa dekade tetapi sekarang sepenuhnya di bawah kendali faksi paling kejam dan brutal yang bermarkas di Tel Aviv itu. Dr. Kevin Barrett, seorang akademisi, peneliti, dan analis politik Amerika mengatakan hal ini dalam wawancaranya pada hari Minggu (17/06).

Dr. Barrett membuat pernyataan ini dalam sebuah wawancara dengan Press TV saat mengomentari sebuah laporan yang mengatakan bahwa Amerika Serikat berencana untuk mundur dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB, terutama atas klaim Washington bahwa badan hak asasi manusia utama PBB itu bersikap bias terhadap Israel.

“Administrasi Trump menunjukkan sekali lagi bahwa mereka benar-benar dikendalikan oleh Tel Aviv dengan keputusannya untuk mundur dari Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa karena menganggap PBB bias terhadap Israel,” kata Dr Barrett dalam wawancara dengan Press TV.

Baca: Demi Israel, AS Akan Mundur dari Dewan HAM PBB

Dr. Barret menyebut bahwa apa yang dilakukan AS itu sebenarnya lucu karena meskipun sudah ada banyak resolusi PBB yang menentang tindakan Israel terhadap Palestina, pada kenyataannya PBB justru tidak pernah bertindak tegas terhadap Israel untuk mengembalikan hak-hak warga Palestina yang telah mereka curi sejak tahun 1957.

“PBB selalu benar-benar seperti macan ompong karena tidak pernah benar-benar memaksakan tindakan hak asasi manusia yang seharusnya terhadap Israel, yang sejauh ini merupakan pelanggar hak asasi manusia terburuk di dunia setidaknya pada basis per kapita.”

“Ini (Israel) adalah negara yang sangat kecil dan ini adalah koloni pemukim Barat yang paling brutal, ini adalah tempat terakhir yang melakukan genosida berkelanjutan, yang telah berlangsung selama beberapa dekade,” kata analis tersebut.

“Jadi, terkait terhadap kejahatan hak asasi manusia yang dilakukan oleh entitas Zionis yang menduduki Palestina, PBB pada kenyataannya bersikap sangat bias dengan mendukung Israel dan melawan (hak) Palestina,” katanya, menambahkan bahwa selama ini PBB sebenarnya justru menjadikan Israel lebih leluasa dalam melakukan genosida terhadap bangsa Palestina.

Baca: AS Minta DK PBB Adakan Sidang Khusus Bela Israel

“Jadi mengapa administrasi Trump yang seharusnya mewakili Amerika Serikat, bukan Israel, melakukan langkah ini? Jawabannya sudah jelas. Administrasi Trump adalah administrasi gangster yang dikendalikan oleh sindikat kejahatan terorganisasi dunia, yang terkait dengan Israel. Itu adalah sindikat kejahatan Yahudi yang dulu dijalankan oleh Meyer Lansky yang merupakan kepala dari semua kejahatan terorganisir di dunia dan terutama di belahan bumi Barat,” katanya.

“Dan sekarang setelah dia mati, jaringan ini menjadi lebih meresahkan dengan melibatkan orang-orang seperti Sheldon Adelson, ayah baptis Los Vegas dan pendukung utama Trump, serta kaum oligarki Zionis Yahudi Rusia, warga ganda yang merupakan orang terkaya di bekas Uni Soviet , orang-orang yang merampas semua kekayaan Uni Soviet ketika runtuh, dan pada dasarnya menyerahkannya kepada sindikat kejahatan Zionis Yahudi ini. Dan mereka adalah orang-orang yang membuat Trump berkuasa, ”kata komentator itu.

Baca: Analis: Duta Besar AS di PBB Terpikat dengan Lobi Israel

“Apa yang disebut gerbang Rusia itu sebenarnya sangat sedikit hubungannya dengan Rusia sebagai entitas nasional, hampir seluruhnya tentang fakta bahwa sindikat kejahatan sentris Israel ini membajak pemilu Amerika dan menyerahkannya kepada Trump yang merupakan aset mereka,” katanya.

“Dan itu artinya adalah bahwa Amerika Serikat yang telah diduduki oleh Israel selama beberapa dekade dalam hal tertentu sekarang sepenuhnya berada di bawah kendali faksi paling kejam dan brutal dari para gangster yang markasnya adalah wilayah pendudukan Palestina,” kata akademisi tersebut menyimpulkan. (ARN)

About ArrahmahNews (16289 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: