News Ticker

Malaysia Akhiri Keterlibatan dalam Perang Saudi atas Yaman

KUALA LUMPUR – Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamad Sabu mengatakan bahwa negara itu sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri keterlibatannya dalam agresi militer Arab Saudi yang sedang berlangsung terhadap rakyat Yaman.

“Buat apa kita terlibat menyerang Yaman, sebuah negara Islam dan kita tidak mahu terlibat dengan konflik sebegini,” ujar Menteri Pertahanan Malaysia itu sebagaimana dikutip The Malaysian Insight, Rabu (20/06).

“Jika tentera kita mahu terlibat di peringkat antarabangsa, ia hanya melalui PBB sahaja selepas ini,” tambah Sabu yang baru mengangkat sumpah jabatan sebagai menteri pertahanan, sebulan yang lalu.

Dikenal sebagai Mat Sabu, menteri pertahanan baru itu mengatakan bahwa keterlibatan itu “secara tidak langsung” membuat Malaysia terperosok di Timur Tengah dan melukai kebijakan netral di kawasan.

Ia menegaskan bahwa Malaysia juga tidak pernah berpihak pada ideologi politik dari negara adidaya manapun di dunia.

Sebelumnya media Saudi menyebut Malaysia sebagai salah satu dari 34 negara yang telah bekerja sama dengan kerajaan dalam “memerangi terorisme.”

Pada 14 April, pasukan tentara Malaysia ikut serta dalam latihan militer bersama yang disebut “(Persia) Gulf Shield 1” di Dammam, Arab Saudi.

Arab Saudi dan sekutu regionalnya seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain telah melancarkan agresi terhadap Yaman dalam sebuah perang tak beralasan yang dimulai pada Maret 2015 dan sejauh ini telah menewaskan dan melukai lebih dari 600.000 warga Yaman tanpa memperoleh hasil yang berarti.

Pernyataan Sabu itu mengikuti seruan badan hak asasi manusia setempat, Lawyers for Liberty, untuk mengakhiri keterlibatan Malaysia di tengah serangan kejam oleh koalisi pimpinan Saudi di kota pelabuhan Yaman, Hodeidah.

Badan HAM tersebut menyeru Sabu untuk menjelaskan kehadiran pasukan Malaysia di Riyadh dan keterlibatan mereka dalam perang yang mematikan itu.

“Malaysia tidak punya urusan untuk terlibat dalam perang di Yaman,” ujar Eric Paulsen, direktur eksekutif Lawyers for Liberty , pada hari Selasa.

“Jika memang benar bahwa pasukan kami dikerahkan untuk membantu dalam upaya evakuasi, maka pekerjaan harus sudah dilakukan sekarang, dan tidak perlu tetap dikerahkan selama lebih dari tiga tahun,” tambahnya.

Pendahulu Sabu, Hishammuddin Hussein, sebelumnya membantah keterlibatan Malaysia dalam operasi yang dipimpin Saudi dan mengatakan perwira militernya ada di sana untuk mengevaluasi situasi. (ARN)

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Menhan: Malaysia Tarik Pasukan dari Koalisi Pimpinan Saudi – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: