Iklan
News Ticker

Ratusan Ribu Warga Hodeida Demo Kutuk Serangan Saudi dan Bungkamnya PBB

HODEIDA – Ribuan warga Yaman turun ke jalan-jalan di kota pelabuhan Hodeida untuk memprotes agresi yang dipimpin Saudi dan mengutuk keheningan PBB.

Penduduk wilayah Tihamah, yang meliputi Hudaydah, menggelar unjuk rasa di kota itu pada hari Jumat untuk memprotes agresi Saudi, menekankan bahwa penjajah telah berusaha mendominasi Yaman.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jum’at, para pengunjuk rasa menyuarakan dukungan mereka kepada tentara Yaman dan komite populer (Ansharullah) dalam pertempuran mereka melawan penjajah Saudi dan agen-agennya.

Baca: Pejabat Houthi: Meski Berusaha Keras, Koalisi Saudi Gagal Kuasai Bandara Hodeida

Pernyataan itu juga menuntut Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan sekutu mereka, bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan dalam perang dan atas konsekuensi dari blokade oleh koalisi pimpinan Saudi. Pernyataan tersebut juga meminta PBB untuk memikul tanggung jawabnya melindungi warga sipil dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada mereka.

Para pengunjuk rasa juga mengutuk sikap PBB atas krisis kemanusiaan di Hodeida, menegaskan bahwa diamnya PBB adalah bukti keterlibatan badan Internasional itu dalam agresi dan bukti atas dukungan mereka kepada para penjajah.

Dalam demo tersebut, wakil gubernur Hodeida, Sheikh Ali Qeshr, menekankan bahwa provinsi ini akan berubah menjadi “kuburan untuk para penyerang”.

Koalisi pimpinan Saudi telah melancarkan perang terhadap negara yang paling miskin di dunia Arab itu untuk mengembalikan sekutunya, mantan Presiden Yaman, Hadi, ke kursi kekuasaan. Kementerian Kesehatan Yaman mengatakan lebih dari 600.000 orang telah tewas atau cedera selama invasi tiga tahun Saudi.

Baca: Sayyed Houthi: Kami Menyambut Pengawasan PBB atas Pelabuhan Hodeida, Tapi Mereka Pembohong

Kombinasi perang dan blokade telah membawa negara ini mendekati jurang kelaparan.

Aliansi yang dipimpin Saudi telah melakukan pertempuran penuh sejak 13 Juni untuk menduduki kota pelabuhan al-Hodeida, yang merupakan pintu masuk bagi sebagian besar pasokan makanan dan bahan bakar negara itu.

Gerakan Houthi Ansarullah Yaman yang telah membela negara itu dari serangan penjajah, bersama dengan sekutu-sekutunya, bagaimanapun, menolak untuk melepaskan pelabuhan. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: