News Ticker

Sebuah Kisah Pendek, Seperti Ribuan Kisah Serupa di Yaman

HAJJAH – Bayi itu nyaris tidak bernapas ketika pamannya berusaha membawanya ke rumah sakit dalam kotak kardus. Ia dibungkus dengan handuk biru, dan gumpalan kapas disisipkan di sekitar tubuhnya yang ringkih untuk membuatnya tetap hangat.

Muhammad Haithem baru berumur beberapa jam, ia lahir dua bulan lebih awal.

Ibunya melahirkan dirinya ketika serangan udara koalisi pimpinan Saudi melanda dekat rumah mereka di kota Abs. Rumah sakit di sana dihancurkan oleh serangan udara pada Agustus lalu. Jadi paman bayi itu memasukkannya ke dalam truk pickup dan berkendara tiga jam agar bisa sampai ke rumah sakit pemerintah terdekat.

Seminggu kemudian, Muhammad masih berjuang antara hidup dan mati. Beratnya meningkat empat pon dan ia diberi makan melalui tabung.

Bertahan bahkan untuk lahir adalah sebuah perjuangan di Yaman. Setelah lebih dari tiga tahun perang, ribuan anak-anak dan orang dewasa telah meninggal karena penyakit yang seharusnya mudah diobati, penyakit dan cedera sementara sistem perawatan kesehatan runtuh.

Anak itu, Muhammad, bisa tewas kapan saja, ibunya bisa tewas juga. Agresi Koalisi Saudi terhadap Yaman menyebabkan kejahatan tidak manusiawi setiap hari yang membunuh kaum muda dan tua dan tidak membedakan antara sasaran militer dan sipil.

Situasinya memburuk dengan cepat. Obat-obatan, vaksin, dan peralatan medis yang penting seringkali tidak dapat masuk ke negara itu karena blokade udara, laut, dan tanah yang diberlakukan oleh koalisi. Karena krisis perbankan, para pedagang tidak mampu mengimpor gandum dan makanan pokok lainnya, yang memicu alarm bahwa kelaparan dan penyakit akan segera memburuk. (ARN/Yemen Extra)

About ArrahmahNews (16291 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: