NewsTicker

Pria Ini Tikam 9 Orang di Perayaan Ultah Seorang Balita di AS

IDAHO – Seorang pria telah menikam sembilan orang, termasuk enam anak di sebuah pesta ulang tahun seorang balita di negara bagian Idaho, AS. Balita yang tengah merayakan ultahnya yang ketiga itu termasuk di antara korban serangan di apartemen Boise pada hari Minggu (01/07) itu, sedang usia lima anak lainnya berkisar dari empat hingga 12.

Kepala Polisi William Bones mengatakan bahwa penikaman massal itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.

“Insiden ini bukan representasi dari komunitas kami tetapi satu individu jahat yang menyerang orang tanpa provokasi yang kami sadari saat ini,” kata Bones dalam konferensi pers.

Baca: 15 Orang Terluka dalam Serangan Penikaman di Sebuah Sekolah Rusia

Diidentifikasi sebagai Timmy Kinner berusia 30 tahun, penjahat itu ternyata adalah seseorang yang telah diusir dari kompleks apartemen tersebut pada hari Jumat sebelumnya.

“Mengerikan karena kami berada di luar,” kata Esrom Habte, 12 tahun, yang tengah bermain di luar ketika serangan itu terjadi. “Ia mengejar orang dan menikam orang … Kami melihatnya mengatakan kata-kata kasar dan menikam orang dewasa dengan sangat keras dan berkali-kali.”

Polisi menemukan beberapa korban di dalam gedung dan beberapa orang lain di parkiran sebelum menangkap Kinner dalam jarak yang cukup dekat.

Menurut Bones, insiden ini menandai korban terbanyak dalam satu serangan sepanjang sejarah Departemen Kepolisian Boise.

Baca: Kejahatan Geng Dibalik Penikaman Massal London

“Seperti yang Anda bayangkan, Apartemen Jalan Wylie dan komunitas kami terguncang akibat serangan ini,” katanya. “Hati kami bersama para korban yang berada di rumah sakit malam ini, tolong ingat mereka dan keluarga mereka dalam pikiran dan doa kalian.”

Walikota Boise, Dave Bieter, memposting di Twitter untuk mengutuk serangan itu.

“Serangan mengerikan semalam tidak mewakili Boise,” tulis Bieter. “Tolong bergabunglah dengan saya dalam doa untuk yang terluka dan keluarga mereka. Kita harus bersatu untuk mengutuk tindakan keji ini.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: