News Ticker

Lavrov: Anggota JCPOA Sepakat Hadapi AS untuk Pertahankan Kesepakatan Nuklir Iran

WINA – Negara-negara yang tetap berkomitmen pada kesepakatan nuklir di Iran, yaitu Rusia, China, Jerman, Perancis dan Inggris – setuju untuk membentuk mekanisme ahli permanen yang akan ditugasi untuk menemukan cara untuk mempertahankan perdagangan dengan Iran tanpa menghiraukan sanksi AS. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kepada wartawan setelah pertemuan di Wina.

“Kami sepakat, meskipun itu tidak mudah mengingat bahwa troika Eropa, Rusia, dan Iran sering memiliki kepentingan yang sangat berbeda, bahwa mekanisme permanen komisi bersama di tingkat ahli akan bekerja secara teratur untuk meninjau opsi yang akan memungkinkan menjaga semua kewajiban di bawah JCPOA [Rencana Aksi Komprehensif Bersama] tanpa terpengaruh keputusan AS, dan mempertahankan perdagangan dan hubungan ekonomi dengan Iran … secara independen dari AS, ” kata Lavrov sebagaimana dikutip Sputnik, Jum’at (06/07).

Baca: Rusia Bersumpah Akan Mempertahankan JCPOA

Menteri Luar Negeri Rusia itu juga menyatakan keraguan bahwa kebijakan sanksi AS terhadap Iran akan diubah.

“Ya, ancaman sanksi ekstra-teritorial, yang Washington paksakan pada bulan yang akan datang sebagai gelombang pertama, diikuti oleh larangan membeli minyak Iran sebagai gelombang kedua sanksi pada November, telah disuarakan oleh Washington. Semua orang setuju bahwa praktek ini benar-benar tidak sah.Tetapi ini adalah kebijakan yang tidak mungkin diubah. Akan ada pertarungan intensif dalam perdagangan dan ekonomi dan politik. Mekanisme ahli permanen akan bekerja di luar solusi perdagangan yang tidak akan menciptakan masalah bagi para pelaku ekonomi dari negara-negara yang tetap berkomitmen untuk JCPOA,” tambahnya.

Lavrov menekankan pentingnya solusi dan metode perdagangan yang komprehensif terhadap Iran.

“Sangat penting untuk memiliki solusi dan metode perdagangan yang cukup komprehensif karena Iran menyetujui perjanjian ini sebagai pertukaran untuk liberalisasi penuh dari syarat-syarat yang ada selama sanksi terhadap rezim. Perjanjian ini diajukan dalam pernyataan akhir dari pertemuan tersebut. Perjanjian ini juga menyebutkan daerah-daerah yang akan kita kerjakan untuk memiliki perdagangan dan kemitraan ekonomi dengan Iran yang independen dari Amerika Serikat,” tambahnya.

Baca: Rouhani ke Macron: Iran Akan Stop Kesepakatan Nuklir Jika Tak Ada Manfaat

Menurut pejabat tinggiitu, Rusia, China, Prancis, Jerman, dan Inggris sekali lagi mengecam penarikan AS dari kesepakatan nuklir Iran dalam istilah yang paling kuat dan menggambarkannya sebagai langkah yang tidak mendidik dan dipolitisasi.

Menurutnya Iran telah memenuhi secara menyeluruh semua kewajibannya di bawah JCPOA dan bahwa perjanjian itu telah bekerja secara efisien sejak ditandatangani pada tahun 2015.

Lavrov juga menyoroti bahwa IAEA memiliki akses yang belum pernah terjadi sebelumnya ke fasilitas nuklir Iran, yang terkait dengan program nuklir negara itu. (ARN)

Iklan
  • Facebook, Ancaman, Jokowi
  • Detik-detik Ceramah Sugi Nur disemprot Jemaah Wanita Karena Sebut Cebong
  • Wahabisme
  • Brigade Muslim Indonesia (BMI)
  • Jokowi dan ojek online

1 Trackback / Pingback

  1. UE Abaikan Permintaan AS untuk Isolasi Iran – ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: