News Ticker

Assad Bersumpah Rebut Seluruh Suriah, Tidak Peduli Siapa yang Mengontrol

DAMASKUS – Presiden Suriah mengadakan pertemuan di Kementerian Luar Negeri pada hari Senin membahas situasi politik internal, regional dan internasional serta kebijakan luar negeri dan domestik Suriah.

Damaskus akan “membebaskan semua provinsi Suriah, tidak peduli siapa yang mengendalikannya,” kata Assad, sebagaimana dikutip oleh Kantor Berita SANA.

Assad juga menyoroti kembalinya para pengungsi yang meninggalkan negara itu selama perang sebagai masalah mendesak lainnya yang perlu diprioritaskan.

“Presiden menekankan perlunya” dialog antara Suriah di semua tingkatan, dan  menekankan harus mengarah pada perjanjian nasional. Assad juga menuduh kekuatan Barat dan AS secara khusus “menghalangi aktivasi proses politik “di negara yang dilanda perang.

BacaAssad: Rekonstruksi Negara adalah Prioritas Utama.

Selain itu, Presiden Suriah juga menegaskan bahwa “proses rekonstruksi pasca perang Suriah adalah prioritas terbesar kami dan menolak kontribusi Barat. Kami akan terlibat dalam pemulihan ekonomi nasional bersama operasi anti-teroris yang sedang berlangsung.”

Perang tujuh tahun di Suriah telah berdampak buruk pada ekonomi negara. Pada bulan Mei, Assad memperkirakan bahwa negara membutuhkan hingga $ 400 miliar dan lebih dari satu dekade untuk membangun kembali.

Dalam wawancara dengan media Rusia bulan lalu, Assad menekankan bahwa terlepas dari kesulitan Suriah, Damaskus ‘tidak perlu Barat’ untuk membangun kembali Suriah, karena mereka cenderung bertindak dengan cara pemangsa. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: