Iklan
News Ticker

Presiden FIFA: Piala Dunia Rusia yang Terbaik yang Pernah Ada

MOSKOW – Presiden FIFA Gianni Infantino mengucapkan terima kasih kepada rakyat dan pemerintah Rusia pada hari Jumat (13/07) karena telah menjadi tuan rumah untuk “Piala Dunia terbaik” yang pernah ada.

Dengan mengenakan jaket sukarelawan FIFA, Infantino mengatakan kepada wartawan di Moskow bahwa infrastruktur dan sambutan Rusia bersama dengan kualitas sepak bola dan keberhasilan VAR (sistem video asisten  wasit) telah berkontribusi pada keberhasilan turnamen.

“Sejak beberapa tahun saya mengatakan bahwa ini akan menjadi Piala Dunia terbaik yang pernah ada. Hari ini saya bisa mengatakannya dengan keyakinan lebih karena saya menyaksikan dan kalian menyaksikannya. Ini adalah Piala Dunia terbaik yang pernah ada,” kata Infantino jelang final antara Prancis dan Kroasia dua hari ke depan.

Infantino mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin selama pertemuan di Kremlin pekan lalu bahwa seluruh dunia ” jatuh cinta kepada Rusia,” selama empat minggu terakhir, dan mengulangi pujiannya untuk pemerintah Putin dan organisasi yang dibentuk untuk turnamen ini.

Lebih dari satu juta fans bola asing telah mengunjungi Rusia selama Piala Dunia, menurut angka FIFA, dan Infantino mengatakan praduga tentang negara itu telah berubah seiring pengalaman positif yang mereka peroleh.

“Saya pikir Piala Dunia telah mengubah persepsi dunia terhadap Rusia,” tambah Infantino.

“Setiap orang telah menemukan negara yang indah, negara yang ramah, penuh dengan orang-orang yang ingin menunjukkan kepada dunia apa yang mungkin kadang-kadang dikatakan bukan apa yang terjadi di sini.”

Di lapangan, Infantino memuji standar sepakbola, dengan menyebut hanya ada satu skor 0-0 di sepanjang 62 pertandingan sebagai contoh tontonan yang mengasyikkan.

Kontroversi atas penggunaan VAR sebelumnya menjadi ancaman yang akan membayangi sepak bola di lapangan sejak dini tetapi Infantino sangat membela untuk memperkenalkan teknologi itu pertama kalinya di Piala Dunia.

“VAR tidak mengubah sepakbola, VAR membersihkan sepak bola, membuat sepakbola lebih jujur, lebih transparan,” katanya.

Menurut Infantino, hanya 16 keputusan yang dibatalkan dari 19 ulasan oleh wasit setelah menerima saran dari pejabat lain yang menonton tayangan ulang insiden di televisi. Jumlah keputusan yang benar naik menggunakan VAR dari 95 persen menjadi 99,32.

“Sekarang sulit untuk memikirkan Piala Dunia tanpa VAR,” tambahnya. “Ini jelas merupakan kompetisi yang lebih adil berkat VAR. Inilah yang ingin kami capai dan apa yang telah kami capai sejauh ini.”

Meskipun ada dominasi tim Eropa, dengan keempat semifinalis dan enam dari delapan terakhir berasal dari konfederasi UEFA, Infantino mengklaim kehadiran Kroasia sebagai negara terkecil sejak 1950 untuk mencapai final harus memberikan harapan kepada negara-negara lain di seluruh dunia. untuk 2022.

Sebagai hal tersendiri, Piala Dunia Qatar akan menjadi versi final dari turnamen dengan 32 tim sebelum memperluas ke 48 untuk turnamen 2026 di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.

Namun, Infantino mengatakan keputusan apakah ekspansi akan dimajukan untuk Piala Dunia berikutnya akan dibahas dan diambil “dalam beberapa bulan ke depan”. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: