News Ticker

Di AS, Trump Dihujat Habis-habisan Pasca Temui Putin

WASHINGTON DC – Presiden AS Donald Trump dihujat habis-habisan di negaranya setelah pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di mana ia mencoba untuk “bergaul dengan” Moskow.

“Saya telah melihat intelijen Rusia memanipulasi banyak orang selama karir profesional saya dan saya tidak akan pernah berpikir bahwa Presiden AS akan menjadi salah satu yang dimainkan oleh tangan-tangan lama KGB,” kata perwakilan Texas dari partai Republik, Will Hurd, Senin (16/07), salah satu dari sejumlah besar anggota Demokrat, Republik dan komunitas intelijen yang mengkritik Trump.

Ia bereaksi terhadap penyangkalan kedua pemimpin itu terhadap dugaan bahwa Moskow ikut campur dalam pemilihan presiden AS di 2016, yang membuat miliarder ramah-Rusia itu menjadi presiden.
Anggota parlemen dari Texas itu juga semakin mempertanyakan klaim presiden yang selama ini digembar-gemborkan Trump, “America First”.

“Tidak ada yang bisa disepakati dengan preman seperti Putin yang menempatkan America First,” kata Hurd dalam tweetnya.

Baca: Pertemuan Trump-Putin: Apa Saja Agendanya?

Ia lebih lanjut meyakinkan sekutu AS bahwa sikap Washington akan tetap anti-Rusia.

“Kepada semua sekutu kami: masih banyak dari kami di Kongres yang tahu Rusia bukan hanya musuh Amerika Serikat tetapi juga orang-orang yang mencintai kebebasan di manapun,” kata mantan perwira CIA dan seorang anggota parlemen di Komite Intelijen DPR itu. “Presiden salah … Rusia ikut campur dalam pemilu 2016 dan berusaha merusak demokrasi kita.”

Sementara itu, perwakilan dari Demokrat menyebut bahwa pernyataan sebelumnya yang menggambarkan bahwa penyelidikan pengacara khusus Robert Mueller, yang dikecam Trump sebagai “bencana bagi negara kita,” sebenarnya Trump sendiri yang harus dipersalahkan karena menjadi alasan mengapa hal itu berkepanjangan.

“Mengapa presiden tidak bisa berbicara dengan Bob Mueller, di mana dia sebenarnya sudah diberi pertanyaan,” ujar Perwakilan Demokrat California di Hill TV.

Direktur Intelijen Nasional AS, Dan Coats, yang dipilih oleh Trump sendiri, juga membuktikan dugaan campur tangan Rusia.

Baca: Pertemuan Trump-Putin Jadi Olok-olokan Media Finlandia

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell juga telah melemparkan dukungannya di belakang komunitas intelijen, menegaskan bahwa “Rusia bukan teman kita.”

“Saya sepenuhnya percaya penilaian komunitas intelijen kita,” McConnell mengatakan kepada wartawan di lorong di sekitar Capitol Hill.

Beberapa anggota Demokrat seperti Perwakilan California Maxine Waters berusaha untuk menjatuhkan Trump terkait hal ini, sementara yang lain bersikeras bahwa itu terlalu dini.

“Saya pikir itu terlalu dini pada titik ini – kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk memastikan bahwa dia bertanggung jawab, bahwa kita melakukan investigasi yang tidak mau dilakukan oleh Partai Republik,” kata Swalwell. “Jika impeachment adalah kasusnya, itu karena kita menemukan bukti tak bisa disangkal, yang akan kita bawa kepada rakyat Amerika dan akan diterima oleh Republik dan Demokrat.”

Setelah meninggalkan ibukota Finlandia Helsinki, Trump bereaksi terhadap serangan balik itu dan mempertahankan pendiriannya.

“Seperti yang saya katakan hari ini dan berkali-kali sebelumnya, saya memiliki kepercayaan diri yang besar pada orang-orang intelijen SAYA. Namun, saya juga mengakui bahwa untuk membangun masa depan yang lebih cerah, kita tidak dapat secara eksklusif fokus pada masa lalu – sebagai dua kekuatan nuklir terbesar dunia, kita harus akur, ” cuitnya dari Air Force One. (ARN)

About ArrahmahNews (15848 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Di AS, Trump Dihujat Habis-habisan Pasca Temui Putin - Islam Institute

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: