News Ticker

Iran: Klaim Israel soal Pencurian Data Nuklir adalah Skenario Konyol ala Hollywood

NEW YORK – Iran menganggap sebuah skenario buatan Israel yang berisi klaim Mossad bahwa mereka telah memperoleh banyak “dokumen rahasia” mengenai program nuklir negara itu dari sebuah situs di selatan Teheran, sebagai hal “konyol yang tidak masuk akal”.

Alireza Miryousefi, juru bicara misi diplomatik Iran untuk PBB, menanggapi laporan baru-baru ini oleh The New York Times dan outlet berita lainnya tentang rincian operasi yang diklaim Mossad dekat ibukota Iran sebagai skenario konyol ala Hollywood.

Baca: Setali Tiga Uang, Saudi-Israel Puji Putusan Trump soal Kesepakatan Nuklir Iran

Skenario ini awalnya dilakukan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dikenal luas memiliki kecenderungan dengan aksi teatrikalnya. Netanyahu tampil di televisi pada akhir April lalu untuk satu lagi pertunjukan konyol melawan Iran dengan memperlihatkan apa yang dia klaim sebagai catatan dari sebuah gudang rahasia di Teheran.

Netanyahu mengklaim agen-agen Israel telah berhasil masuk ke gudang dalam serangan semalam dan membawa kembali “setengah ton materi” yang terdiri dari 55.000 halaman dan 55.000 file lain pada 183 CD.

Aksi tuduhan konyol perdana menteri Israel yang dilakukan hanya beberapa hari sebelum AS mengumumkan penarikannya dari perjanjian nuklir multilateral 2015 dengan Iran itu dimaksudkan untuk menghasut dunia bahwa Iran telah berbohong tentang program nuklirnya, tanpa memberikan bahkan satu bukti pun.

Sementara itu, The New York Times menerbitkan sebuah artikel pada 15 Juli, yang menjabarkan operasi Mossad yang diklaim berlangsung selama lebih dari enam jam.

Baca: ‘Entah Dusta atau Idiot’: Netanyahu Nyinyir Integritas IAEA

Menanggapi laporan itu, Miryousefi sekali lagi menolak klaim Israel dalam sebuah pernyataan dan berkata, “Sepertinya mereka mencoba untuk menemukan klaim aneh macam apa yang bisa membuat penonton Barat percaya.”

“Iran selalu jelas dalam sikapnya bahwa menciptakan senjata pemusnah massal yang tidak pandang bulu adalah bertentangan dengan apa yang kami perjuangkan sebagai sebuah negara, dan gagasan bahwa Iran akan meninggalkan segala jenis informasi sensitif di beberapa gudang acak di Teheran itu sungguh konyol,” tambahnya.

Peragaan 30 April Netanyahu adalah sandiwara murahan yang dengan cepat ditertawakan di Iran dan di luar negeri, dengan para pengamat mengajukan pertanyaan serius tentang serangan Mossad.

Saat itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut perdana menteri Israel “anak yang tidak bisa berhenti menangis serigala lagi,” mengingatkan kata-kata anti-Iran yang sama dengan yang dibuat Netanyahu di Sidang Umum PBB pada tahun 2012, di mana ia menggunakan bom kartun dalam upaya untuk menggambarkan Republik Islam sebagai ancaman. (ARN)

About ArrahmahNews (15848 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: