News Ticker

Mantan Presiden Korsel Dijatuhi Hukuman Tambahan 8 Tahun

SEOUL – Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, pada hari Jumat (20/07), dikenai hukuman tambahan delapan tahun penjara, karena terbukti bersalah atas beberapa dakwaan, termasuk secara ilegal menerima dana dari agen mata-mata negara itu.

Park, presiden wanita pertama di Korea Selatan itu diturunkan paksa tahun lalu setelah protes jalanan besar karena skandal yang meluas. Ia dijatuhi hukuman penjara selama 24 tahun karena korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan pada bulan April.

Vonis Jumat itu dijatuhkan in-absensia setelah ia menolak untuk menghadiri Pengadilan Distrik Pusat Seoul.

Baca: Mantan Presiden Korsel Divonis Penjara 24 Tahun

Reuters melansir Pengadilan Distrik Pusat Seoul memutus Park bekerja sama dengan mantan penasihatnya untuk menimbulkan kerugian bagi dana pemerintah dengan nilai sekitar 30 miliar won atau hampir Rp384 miliar.

Uang itu berasal dari alokasi dana untuk kegiatan khusus bagi National Intelligence Service (NIS), yang jumlahnya mencapai 4 miliar won per tahun, tapi tidak dicantumkan dalam laporan audit maupun laporan kepada Parlemen.

Dua dari tiga mantan direktur NIS yang terlibat dijatuhi hukuman penjara hingga 2,5 tahun dan seorang lainnya divonis 3 tahun penjara.

Park juga diputus bersalah karena ikut campur dalam pemilihan kandidat parlemen di internal partai berkuasa. Hal itu melanggar kewajiban presiden untuk menghormati sistem partai.

Baca: Direktur Hyundai dan Samsung Diperiksa Terkait Skandal Presiden

“Penggunaan dana secara pribadi oleh Park melemahkan prinsip-prinsip penggunaan dana pemerintah dan menghalangi kepala lembaga intelijen negara untuk menggunakan dana tersebut dalam upaya menjalankan tugasnya melindungi negara dan rakyat,” papar Hakim Seong Chang-ho.

Dia melanjutkan praktik tersebut dapat membahayakan negara dan rakyat, sehingga hukuman yang berat harus dijatuhkan.
Park mengklaim dirinya tidak bersalah, tapi tidak hadir langsung di pengadilan. Putusan tersebut masih bisa diajukan banding.

Hukuman tersebut lebih pendek dibandingkan permohonan jaksa, yakni 15 tahun penjara dan denda 80 miliar won atau sekitar Rp1,02 triliun.

Park adalah presiden Korea Selatan (Korsel) pertama yang dipilih secara demokratis yang dijatuhkan secara paksa pada 2017. Ketika itu, Mahkamah Konstitusi Korsel memerintahkannya untuk lengser setelah skandal korupsinya terungkap. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: