News Ticker

Koalisi Saudi Sengaja Ciptakan Krisis Air Bersih di Yaman

SAADA – Empat jet tempur Saudi meluncurkan serangan udara terhadap Al Asayed Water Network yang didanai UNICEF, menghancurkan pompa air, generator listrik, sistem energi matahari terdekat, dan ruang penjaga. Sebagian besar fasilitas dihancurkan dalam serangan minggu lalu itu, membuat ribuan penduduk distrik Al Safra di Sa’ada, Yaman, termasuk keluarga pengungsi, tak lagi memiliki sumber air bersih.

Mohammed Kamel, insinyur yang mengoperasikan Jaringan Air Bersih itu menuturkan kronologi serangan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada MintPress

Serangan udara yang dilancarkan 4 jet Saudi itu menargetkan sumur utama dari Jaringan Air, serta ruang pompa, generator dan sistem solar. Proyek air ini sangat penting karena menyediakan air minum yang bersih untuk lebih dari 25.000 orang di distrik Noshour serta 20 desa di sekitar Noshour. Proyek itu baru saja selesai dengan biaya 650.000 dolar.

Baca: Arab Saudi Racuni Sumber Air Yaman dengan Senjata Biologis

Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengecam keras serangan itu dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situsnya.

“Sebuah Fasilitas air yang besar di Sa’ada, barat laut negara, diserang minggu ini. Ini adalah serangan ketiga di fasilitas yang sama. Lebih dari separuh proyek sekarang rusak, mencegah 10.500 orang dari mendapatkan air minum yang aman,” demikian pernyataan UNICEF.

“Serangan terus menerus terhadap sistem air di Yaman mencegah anak-anak dan keluarga mereka dari mendapatkan air, meningkatkan kemungkinan penyakit yang terbawa air menyebar di negara yang dilanda perang, ” tambah pernyataan itu

Baca: ICRC: Blokade Saudi Jadikan Kota-kota Yaman Tanpa Air

Warga lokal Noshour, Asman Ali, 35 tahun, mengatakan kepada MintPress bahwa “Empat serangan udara menargetkan jaringan air kami, satu-satunya sumber air … di mana kami harus mendapatkan air untuk anak-anak kami?”

Menurut pernyataan PBB, serangan itu membuat 5.000 anak-anak tidak bisa memperoleh air bersih. Suatu kondisi yang berbahaya karena kesehatan mereka lebih rentan.

Tidak Mungkin ketidaksengajaan

Koalisi pimpinan Saudi yang didukung AS telah berulang kali, secara sistematis dan sengaja menyerang infrastruktur pengolahan air dan limbah di Yaman sejak memulai kampanye militer mereka terhadap negara itu pada 2015. Menurut sebuah pernyataan kepada MintPress oleh Pusat Hukum untuk Hak dan Pengembangan, sebuah organisasi yang melacak pelanggaran Arab Saudi pada hukum internasional di Yaman, 727 pompa dan tanki air telah dihancurkan sejak 2015.

Dalam satu insiden sebelumnya, serangan Saudi telah membuat sistem air Al-Hamazat, yang terletak di distrik Sehar di sebelah timur Noshour, hancur total, membuat 7.500 orang, termasuk keluarga pengungsi, tidak bisa mendapatkan air bersih. Sistem air yang sama diserang dan dihancurkan pada tahun 2015.

Padahal, dalam upaya untuk melindungi fasilitas pengolahan air penting Yaman dari serangan udara, organisasi yang mengawasi mereka telah menyediakan peta yang menunjukkan lokasi fasilitas kepada pasukan koalisi, menunjukkan bahwa merekalah yang ber tanggung jawab untuk menjalankannya, sebuah fakta yang terus digemakan oleh organisasi ini setiap kali terjadi serangan.

Serangan 23 Juni itu terjadi di tengah gelombang kolera kedua yang telah membunuh ribuan warga Yaman. Kontaminasi sumber air, serta kurangnya akses untuk mendapatkan air minum bersih, adalah penyebab utama epidemi kolera. Menurut laporan terbaru dari World Health Organization (WHO) yang dikeluarkan pada 20 Juli, Yaman menderita wabah kolera terburuk dalam sejarah yang pernah tercatat.

Bahkan sebelum perang, Yaman termasuk salah satu negara paling susah mendapatkan air bersih di dunia. Akses ke air minum sangat mahal bagi orang-orang yang paling rentan di Yaman. Sekitar 8,6 juta anak di Yaman tidak memiliki akses yang cukup untuk mendapatkan air, sanitasi, dan layanan kebersihan. Situasi ini terus menerus diperburuk oleh serangan-serangan koalisi pimpinan Saudi. (ARN)

About ArrahmahNews (16646 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: