Headline News

Analis: Takkan Ada Negosiasi Sebelum Trump Perlakukan Iran dengan Hormat

CHICAGO – Presiden AS Donald Trump tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk duduk dan berunding dengan para pemimpin Iran selama ia terus memperlakukan Republik Islam dengan tidak hormat, kata seorang komentator Amerika.

Stephen Lendman, seorang penulis dan penyiar radio yang tinggal di Chicago, membuat pernyataan itu ketika mendiskusikan pernyataan Trump apakah benar ia akan bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani tanpa prasyarat apapun.

Para pemimpin Iran, bagaimanapun, telah dengan suara bulat menolak klaim Trump, mengatakan Tehran lebih memilih untuk tetap berada di jalur perlawanan.

Baca: Atwan: Iran Permalukan Permintaan AS untuk Dialog

Lendman mengatakan bahwa pernyataan Trump tidak memberi banyak pengaruh karena tidak ada tanda-tanda perubahan nyata dalam kebijakan Washington terhadap Iran.

“Satu hari Trump mengatakan satu hal, hari lain ia mengatakan bahwa sesuatu mengatakan begini. Sebenarnya benar-benar kurang penting apa yang dikatakan oleh seorang pemimpin AS, baik itu Trump atau yang lain. Satu-satunya hal penting adalah apa yang mereka lakukan,” katanya kepada Press TV.

“Kita tahu persis bagaimana Trump memperlakukan Iran, bagaimana ia telah memperlakukan Rusia, memperlakukan Korea Utara, memperlakukan Venezuela, memperlakukan Suriah dan memperlakukan semua negara independen lainnya,” tambah analis tersebut.

Baca: Trump Klaim Pembicaraan dengan Iran akan Segera Berlangsung

Menyoroti janji Trump untuk memberi sanksi lebih jauh kepada Iran setelah meninggalkan perjanjian nuklir penting antara Teheran dan enam kekuatan dunia, Lendman mengatakan ini adalah jenis tindakan Washington yang menunjukkan perasaan nyata Washington terhadap Republik Islam tersebut.

Pada bulan Mei lalu, Trump secara sepihak menarik Washington dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) meskipun ada keberatan dari para penandatangan kesepakatan multilateral lainnya. Langkah ini diikuti ancaman pengenaan kembali sanksi terkait nuklir terhadap Iran.

Lendman mengatakan bahwa tidak mungkin bagi Rouhani untuk duduk berunding dengan para pejabat AS selama semua hal ini (ancaman AS) masih berlangsung.

“Satu-satunya cara Iran akan bertemu dengan seorang pemimpin AS, baik itu Trump atau yang lainnya, adalah jika pemimpin (AS) itu menunjukkan rasa hormat yang layak kepada Iran,” katanya menambahkan, “Jika (mereka) menghentikan tindakan bermusuhan dan memperlakukan Iran secara sah dan hormat sebagaimana semua negara berdaulat ingin dihormati.”

Memperhatikan bahwa Trump lebih cenderung berperang dengan Iran, analis itu mengatakan apa yang sebenarnya diinginkan Washington adalah merenggut kemerdekaan Iran.

“Trump tidak ingin berbicara dengan Rouhani, Trump menginginkan seorang budak Iran dan dia akan melakukan apa pun untuk mengejar tujuan itu, itulah arti dari komentar (Trump) sebenarnya, ”lanjut Lendman.

Analis tersebut kemudian mengatakan bahwa pembicaraan antara Iran dan Washington tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat meskipun Trump mengklaim bahwa ia merasa pembicaraan itu akan segera terjadi.

“Amerika tidak pernah bernegosiasi, mereka menuntut,” kata Lendman. “Selama itu adalah cara Amerika memperlakukan negara lain, maka tidak ada gunanya berurusan dengan mereka,” tambahnya. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: